Table of Contents
Marketing Jalan, Sales Jalan, Tapi Target Tetap Meleset: Di Mana Masalahnya?
Aktivitas terlihat sibuk setiap hari. Kampanye berjalan, media sosial aktif, iklan terus tayang, dan tim sales tak henti menghubungi prospek. Namun, target tetap sulit tercapai. Kondisi ini sering terjadi ketika sales dan marketing bergerak masing-masing, tanpa benar-benar saling terhubung. Banyak pelaku usaha mengira masalahnya ada pada kurangnya anggaran atau channel yang dipakai, padahal akar persoalannya justru ada pada cara marketing dan sales saling memahami peran satu sama lain.
Di banyak perusahaan, marketing bisnis difokuskan untuk menjangkau audiens seluas mungkin, membangun brand, dan menciptakan kesadaran. Sementara itu, sales berfokus pada transaksi dan berhadapan langsung dengan calon pelanggan untuk menjual produk atau layanan. Ketika kedua fungsi ini tidak selaras, proses marketing dan proses penjualan berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, upaya besar yang sudah dikeluarkan justru tidak menghasilkan peningkatan penjualan yang signifikan.
Masalah ini bukan sekadar soal teknis, melainkan soal strategi. Perbedaan sales dan marketing yang tidak dipahami secara utuh sering memicu kesalahan marketing, termasuk ekspektasi berlebihan bahwa semua prospek yang masuk siap membeli produk. Padahal, dalam praktiknya, sales vs marketing memiliki fokus, tahap, dan tujuan yang berbeda. Tanpa kombinasi strategi yang tepat, potensi konversi akan terus bocor di tengah jalan.
Sedang trending - Pertumbuhan Bisnis: Strategi Growth untuk Sistem Business Anda
Perbedaan Mendasar antara Sales dan Marketing yang Sering Diabaikan
Banyak pengusaha memahami bahwa sales dan marketing adalah dua fungsi penting, tetapi tidak semua memahami perbedaan mendasar antara sales dan marketing itu sendiri. Marketing seringkali berfokus pada aktivitas yang bertujuan menciptakan kesadaran, menarik minat konsumen, dan membangun citra merek dalam jangka pendek maupun panjang. Di sisi lain, sales lebih personal, berfokus pada penjualan langsung, serta menghubungi calon pelanggan untuk mendorong transaksi nyata.
Perbedaan antara sales dan marketing juga terlihat dari pendekatan yang digunakan. Marketing menggunakan strategi marketing seperti content marketing, digital marketing, kampanye pemasaran, dan promosi produk untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Sales bekerja langsung dengan prospek melalui komunikasi personal, referral, dan pendekatan langsung kepada konsumen. Jika perbedaan ini tidak dipahami, tim marketing akan menganggap tugasnya selesai saat prospek masuk, sementara tim sales merasa dibebani oleh prospek yang belum siap membeli produk.
Beberapa kesalahan marketing yang sering terjadi muncul dari ketidaksinkronan ini, antara lain:
- Marketing hanya mengejar jumlah prospek tanpa mempertimbangkan kualitas calon pelanggan.
- Sales menerima data pelanggan tanpa konteks kampanye dan segmentasi pasar yang jelas.
- Target yang ditetapkan tidak realistis karena tidak berdasarkan analisis proses marketing dan penjualan.
- Strategi pemasaran dan strategi sales disusun tanpa komunikasi lintas tim.
Akibatnya, sales dan marketing sering kali saling menyalahkan. Tim sales menilai kampanye tidak efektif, sementara tim marketing merasa sudah menjalankan tugas utama mereka. Padahal, tantangan sebenarnya adalah tidak adanya strategi sales dan marketing yang terintegrasi sejak awal.
Bacaan terkini - Strategi Ada, Eksekusi Strategi Bisnis Lemah, Bagaimana Mengatasinya?
Ketika Kampanye Ramai, tetapi Konversi Tetap Rendah
Dalam praktik digitalisasi, banyak bisnis mengandalkan media sosial, iklan, dan platform digital untuk mempromosikan produk atau jasa. Kampanye terlihat ramai, audiens terjangkau, dan brand semakin dikenal. Namun, jika tidak ada proses yang jelas untuk mengubah audiens menjadi customer, maka hasil akhirnya tetap stagnan. Marketing untuk mencapai target audiens seharusnya tidak berhenti pada awareness, tetapi berlanjut ke tahap edukasi dan nurturing.
Sales membutuhkan prospek yang sudah memiliki pemahaman tentang produk atau layanan, bukan sekadar tertarik secara visual. Tanpa riset pasar, segmentasi, dan pemetaan channel yang tepat, kampanye pemasaran hanya akan menghasilkan permintaan semu. Marketing yang kerap berfokus pada produk tanpa memahami kebutuhan sesuai kebutuhan calon pelanggan akan kesulitan menciptakan konversi.
Di sisi lain, tim sales juga perlu memahami bahwa tidak semua prospek berada pada tahap siap membeli produk. Proses penjualan membutuhkan waktu untuk membangun hubungan jangka panjang, menjaga konsistensi komunikasi, dan memaksimalkan efektivitas pendekatan personal. Tanpa data pelanggan yang terintegrasi dari aktivitas marketing, sales bekerja dalam kondisi minim insight, sehingga ROI sulit diukur dan peningkatan pendapatan menjadi lambat.
Perkaya wawasan - Cara Memilih Ide Jualan Online yang Benar-Benar Menjanjikan
Mengapa Sales dan Marketing Harus Berjalan dalam Satu Sistem
Sales dan marketing bukan dua fungsi yang berdiri sendiri. Keduanya adalah satu alur yang saling melengkapi. Marketing dan sales harus disatukan dalam satu sistem yang jelas, mulai dari menjangkau target, menarik minat, hingga mendorong penjualan produk. Kombinasi strategi yang tepat memungkinkan marketer dan tim sales memahami peran masing-masing secara strategis.
Beberapa elemen penting dalam strategi sales dan marketing yang terintegrasi meliputi:
- Penyelarasan target agar semua aktivitas mengarah pada mencapai target bisnis.
- Pemanfaatan digital dan platform yang tepat untuk menjangkau audiens dan prospek berkualitas.
- Analisis data kampanye untuk menganalisis efektivitas dan menyesuaikan strategi.
- Proses nurturing yang konsisten agar calon pelanggan siap melakukan transaksi.
Ketika sales dan marketing bekerja selaras, proses memasarkan produk menjadi lebih terukur, promosi produk lebih relevan, dan aktivitas yang berfokus pada penjualan langsung dapat berjalan tanpa gesekan internal. Inilah yang membedakan bisnis yang sekadar sibuk dengan bisnis yang benar-benar bertumbuh.
Satukan Sales dan Marketing untuk Target yang Lebih Realistis
Masalah target meleset bukan karena kurangnya aktivitas, melainkan karena strategi yang tidak terhubung. Layanan Lead Generation & Nurturing dari SAB Digital Marketing Agency dirancang untuk membantu bisnis menyatukan sales dan marketing dalam satu sistem yang strategis dan terukur.
Keunggulan SAB Digital Marketing Agency terletak pada pendekatan berbasis data, pemetaan audiens yang presisi, serta proses nurturing yang membantu tim sales menerima prospek yang benar-benar siap membeli produk atau layanan. Pendekatan ini membantu bisnis meningkatkan konversi, memaksimalkan ROI, dan membangun brand yang kuat secara berkelanjutan.
Saatnya target tercapai karena sales dan marketing bergerak seirama. Klik di sini untuk mendapatkan audit GRATIS funnel sales dan marketing sekaligus konsultasi langsung bersama CEO-Founder SAB Digital Marketing Agency, dan temukan di mana sebenarnya potensi penjualan Anda selama ini terhambat.
