Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Perbedaan Brand Image dan Brand Awareness

Perbedaan Brand Image dan Brand Awareness untuk Branding yang Lebih Mengena

September 19, 2022
No comments
Share

Tak kenal maka tak sayang. Anda pasti pernah mendengar kata pepatah itu, bukan? Terutama saat sedang mengikuti acara perilisan produk tertentu. Perilisan produk selalu menjadi momen yang mendebarkan bagi sebuah perusahaan. Terlebih jika brand itu belum banyak yang mengenal.

Mereka perlu membuat branding perusahaan agar para konsumen mampu membedakan produk atau jasa yang mereka tawarkan dengan produk atau jasa dari brand lain. Dalam hal mem-branding, perusahaan biasanya menggunakan tools yang mampu meningkatkan brand image dan brand awareness.

Lalu, apa sih perbedaan brand image dan brand awareness itu?

Baca Juga: Pentingnya Merek Bagi Perusahaan agar Bisa Berkembang

Perbedaan Brand Image dan Brand Awareness dalam Dunia Branding

Branding adalah kunci yang sebuah merek gunakan untuk bisa menancapkan akar image-nya dalam memori para konsumennya. Produk atau jasa yang sebuah brand tawarkan pasti punya pesaing. Untuk bisa memenangkan hati pelanggan, maka sebuah brand harus punya pembedanya.

Seperti penggunaan tagline yang unik, kemasan yang menarik, dan logo yang ikonik. Saat brand Anda memiliki sesuatu yang sangat berbeda dengan brand lain, maka ini sangat memudahkan Anda dalam melakukan pemasaran. Orang-orang sudah punya ketertarikan tersendiri dengan brand Anda dengan image-nya yang baik atau positif.

Ada pula yang mengartikan brand image itu sebagai pencitraan suatu produk agar melekat erat di benak masyarakat secara luas.

Pembelian suatu produk tak selalu mudah bagi sebagian besar konsumen. Ada begitu banyak pertimbangan yang mereka pikirkan sebelum akhirnya deal dan membawa pulang suatu produk. Lebih sering lagi konsumen malah tidak jadi membeli karena terbatasnya informasi yang ia dapat.

Meskipun sempat galau dan merasa fifty fifty antara hendak membeli atau tidak. Jika sebuah perusahaan memiliki persiapan yang bagus dalam membentuk brand image, maka ia akan bisa menjadi acuan bagi para konsumen saat hendak membuat keputusan untuk membeli.

Brand image sangat lekat kaitannya dengan brand awareness. Semakin baik brand image yang muncul maka itu akan menjadi nilai tersendiri bagi merek tersebut. Lama-kelamaan citra itu akan melekat di benak para konsumen. Mereka juga akan membagikan cerita tentang suatu produk dari brand tersebut ke para calon pembeli potensial.

Akhirnya para calon pembeli ini mengenali kembali produk dari brand yang sering ia dengar dari banyak pengguna loyal. Saat itulah brand awareness meningkat.

Perbedaan Brand Image dan Brand Awareness Berdasarkan Piramida Branding

Siapapun yang menggerakkan bisnis akan selalu membutuhkan ilmu-ilmu branding seperti brand image dan brand awareness. Keduanya akan selalu menjadi fokus para pebisnis mengingat kini bisnis apapun dapat hadir di dunia maya dengan persaingan yang cukup ketat.

Baca Juga: Kenapa Pebisnis Wajib Tahu Pentingnya Merek Bagi Suatu Produk?

Jika tidak begitu pandai mengolah brand image, maka Anda harus siap jika nama brand Anda tenggelam di jagad maya. Sebagai contoh, saat ini sedang tren botol minuman berkapasitas besar seperti satu setengah atau dua liter.

Berbagai brand baru mengeluarkan produk yang sama dengan desain dan motif yang berbeda. Satu brand memiliki image yang fun, cheerful, dan membuat tampak gaul saat pemiliknya membawa botol itu bahkan ke tempat fitnes. Sementara, brand baru lain menitikberatkan pada kapasitas botol hingga ke manfaat kesehatan meminum air putih dalam jumlah tertentu.

Masing-masing brand baru ini mendapatkan pasarnya sendiri sesuai kebutuhan pelanggan. Jika salah satunya tidak selalu memperhatikan jalannya brand image, maka ia pasti akan tenggelam dalam kolam persaingan yang penuh sesak. Jika sudah tenggelam, mana mungkin brand awareness bisa mencapai gol.

Baca Juga: Ini 3 Manfaat Besar Menggunakan Jasa Agensi Google Ads Marketing

Agar brand Anda tak tenggelam, Anda bisa mempelajari piramida branding dari waktu ke waktu agar mengenali perkembangan perusahaan. Beginilah tahapan dimana seorang pembeli belum mengenali brand sampai kenal betul. Piramida brand awareness ini mulai dari level terbawah sampai ke level teratas pada puncak kerucut dengan urutan sebagai berikut.

Tidak menyadari brand. Pada titik terendah ini, konsumen tidak tahu sama sekali dengan keberadaan suatu brand. Kondisi unaware of brand ini sebagai akibat dari promosi yang kurang, perusahaan yang tak terlalu memperhatikan bagaimana tim marketingnya bekerja, atau memang belum saatnya saja suatu brand untuk naik ke permukaan dari kolam persaingan tadi.

Pengenalan brand. Ini adalah level terendah dari brand awareness dimana merek tersebut sudah mulai muncul ke permukaan dan orang-orang sudah menyadari keberadaannya. Mungkin ada satu dua influencer yang juga turut mempromosikannya meskipun belum booming pada saat itu. Brand recognition harus segera menggeliat dan bangkit menuju level tinggi selanjutnya agar dapat mengapung dan keluar dari kolam.

Brand pengingat. Adakalanya sebuah brand mengalami proses recall dimana ia baru muncul ke permukaan kolam persaingan karena ada konsumen yang menyebutkan namanya. Biasanya ini karena konsumen mengingat kategori produk yang ia cari. Pada level ini seorang konsumen yang mencari sebuah produk bisa menemukan sendiri jalannya untuk mendapatkannya.

Produk top of mind. Ini adalah level tertinggi dimana satu merek sudah melekat erat di kepala konsumen. Misalnya saat konsumen mencari air mineral, maka ia akan menyebutkan merek tertentu. Dan orang-orang di sekitarnya sudah tahu merek yang ia maksud. Diantara sekian banyak merek dalam kategori jenis produk yang sama produk tersebut menjadi primadonanya. Inilah kondisi dimana brand awareness sudah mengakar dalam benak para konsumen. 

Baca Juga: Tujuan dari Konsep Pemasaran adalah Profit

Komponen Perbedaan Brand Image dan Brand Awareness

Ada komponen-komponen yang membangun sebuah persepsi atau citra dari suatu produk. Dalam brand image terdapat tiga komponen penting yang saling mendukung satu sama lain berikut ini.

  • Atribut produk. Atribut produk bisa berupa isi, rasa, harga, dan kemasan produk. Atribut produk mengandung dua hal penting yaitu komposisi fisik dan informasi keseluruhan dari kemasan, desain, serta penggunaan produknya.
  • Keuntungan. Produk ini dapat mendatangkan functional benefits dimana kehadirannya bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain. Para pelanggan juga bisa menalami experiental benefits dimana mereka merasakan kepuasan sensori saat menggunakan produk tersebut. Dan keuntungan lainnya adalah prestise atau eksklusivitas brand yang mengangkat image penggunanya.
  • Evaluasi pengguna. Brand attitude ini muncul setelah pengguna memakai suatu produk selama jangka waktu tertentu. Jika seorang pelanggan merasa puas atau mendapat keuntungan dari mengenakan suatu produk, maka ia menaruh kepercayaan pada brand itu.

Baca Juga: Digital Marketing Agency adalah Bisnis Menjanjikan, Begini Cara Memulainya

Dalam mengurus bisnis dari waktu ke waktu Anda mungkin tidak akan terlalu memperhatikan perbedaan brand image dan brand awareness. Yang penting bisnis Anda selalu berada on the track sesuai strategi marketing telah Anda tentukan bersama tim pemasaran.

Bagaimanapun Anda dan tim lebih tahu apa yang cocok dan tidak cocok untuk tim terapkan dalam rangka meningkatkan brand image hingga berujung pada brand awareness yang mengakar kuat.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ready to start your project with us?
Let's talk!
chevron-down