Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Call us: 
0822-1333-6988
Cara Menjalin Hubungan dengan Klien

8 Cara Menjalin Hubungan dengan Klien

October 10, 2022
No comments
Share

Untuk meningkatkan lead, tidak hanya strategi dan ide saja. Komunikasi dengan klien merupakan hal yang paling penting. Hal inilah yang membuat lead generation produk bisa meningkat. Menambahnya lead pada konsumen berpengaruh terhadap bagaimana cara menjalin hubungan dengan klien. Cara-cara ini memiliki beberapa contoh, di antaranya:

1.      Membuat Rancangan Materi Presentasi dengan Baik kepada Klien

Sebelum mengenalkan produk secara langsung kepada klien, ada baiknya kamu membuat rancangan materi presentasi dengan baik. Kamu harus mempersiapkan materi dengan baik. Inilah yang menjadi kunci dalam cara menjalin hubungan dengan klien.

Baca Juga: Mau Tingkatkan Omzet dengan Iklan? Berikut Ini Kelebihan dari Facebook Ads dan Instagram Ads

Rancang dahulu beberapa kemungkinan pertanyaan. Biasanya klien akan menanyakan beberapa hal untuk mengetahui keunggulan suatu produk. Kamu harus memiliki jawaban dari pertanyaan yang dibuat. Jawaban ini bisa menjadi bahan presentasi saat klien menanyakan produk atau jasa.

2.      Mempersiapkan Penampilan dengan Semaksimal Mungkin Juga Termasuk Cara Menjalin Hubungan dengan Klien Selanjutnya

Dalam membina hubungan baik dengan klien, penampilan adalah hal yang utama juga. Bukan hanya bertemu dengan kekasih saja, kamu pun juga harus berpenampilan baik kepada klien. Pastikan penampilan rapi, wangi, dan bersih. Kamu pasti punya gaya sendiri dalam menentukan model rambut dan pakaian. Tapi tetaplah berpenampilan wangi dan rapi.

Klien akan melihat penampilan sebagai penilaian pertamanya. Walaupun merasa ada hal yang kurang cocok dengan karakter klien, berusahalah bersikap menyenangkan bagi klien. Hal ini merupakan wujud dari profesionalisme dari pekerjaan.

3.      Memastikan Pembahasan dengan Klien Tidak di Luar Topik yang Dipresentasikan

Jangan berusaha membahas di luar topik dengan klien. Namun, beberapa klien ada juga yang terlalu terbuka menceritakan semua bahkan masalah pribadinya sedikit. Tetaplah menjadi pendengar yang baik dan jangan berusaha ikut terlibat.

Jika klien menceritakan masalah pribadinya, harus menuntun pembicaraan klien agar lebih fokus ke produk secara perlahan-lahan. Kamu bisa saja menjadi sahabat atau teman baik bagi klien apabila sudah di luar jam kerja.

4.      Berusaha Mendengarkan Pendapat Klien tentang Keluhan yang Dialaminya

Saat mengadakan meeting dengan klien, mereka pasti akan mengeluh tentang produk-produk sebelumnya. Kamu harus setia menjadi pendengarnya. Ketika klien bertanya kepadamu, berhak memberikan solusi dan menjelaskan jawaban terbaikmu. Berikan penjelasan sebijak mungkin dan berikan sentuhan promosi secara halus pada produk dan jasa.

Baca Juga: Tujuan dari Konsep Pemasaran adalah Profit

Jangan berusaha menghakimi klien agar memiliki pandangan yang sama denganmu. Sebaliknya, karena posisi sebagai marketer, harus bisa mengambil jalan tengah dan memperlihatkan pandangan yang sama dengannya. Jadilah pendengar yang baik dan berikan waktu klien berbicara sampai puas.

5.      Menanggapi Keluhan dan Pendapat Klien dengan Sigap Merupakan Contoh Cara Menjalin Hubungan Dengan Klien yang Baik

Klien sangat suka dengan tanggapan marketer yang cepat, siaga dan responsif. Jadi, berusahalah mengerti dan peka dengan keadaan klien. Di sini akan belajar memahami karakter dan situasi orang lain. Inilah yang menjadi keseruan dalam menjalankan pekerjaan.

Namun, hal ini berlaku bagi konsumen yang berubah menjadi status klien ya. Jangan memperlakukan hal sama dengan konsumen yang biasa saja. Tanamkan rasa percaya dirimu. Jika konsumen atau audience terlihat tidak ada prospek, tidak perlu menanggapinya terlalu berlebihan karena bisa membuang-buang energi.

Baca Juga: Lakukan Cara Meningkatkan Brand Awareness agar Produk Anda Jadi Pilihan

Jika hubungan klien sudah berjalan dengan sangat baik, kamu tinggal melanjutkannya saja. Inilah yang perlu dimaksimalkan. Buatlah klien merasa tetap nyaman baik secara langsung maupun lewat telepon. Jangan sampai klien merasa tidak betah dengan sikapmu.

6.      Memahami Profil dan Karakteristik Klien Sebelum Bertemu

Anggaplah klien seperti mencari-cari artis idola. Kamu bisa melihat profilnya melalui sosial media terlebih dahulu tentang:

  • Kesukaan klien, misalnya merek baju, parfum atau sepatu. Kamu bisa memakai brand yang sama dengan brand klien. Klien akan menyukai seleramu dan merasa bahwa satu pandangan dengannya.
  • Cara klien berkomunikasi. Klien yang suka membuat statusnya cenderung butuh perhatian. Kamu bisa berkomunikasi di luar topik untuk mencairkan suasana hati klien.

Tidak hanya memahami profil, tindakan ini bisa dilakukan untuk menarik minat klien, antara lain:

  • Pastikan bersikap positif sehingga membuat klien bersemangat dan bersikap baik padamu.
  • Bersikaplah netral dan bagilah pengalamanmu kepada klien sebagai solusi permasalahan yang sedang dihadapinya.
  • Jika mengerti hari ulang tahunnya melalui media sosial, bisa mengucapkan selamat kepadanya. Tidak hanya itu saja, juga seharusnya memberikan ucapan selamat atas pencapaian klien. Tentunya ini akan menjadi nilai tambah.
  • Hindari mengumbar janji kepada klien apabila merasa belum bisa memenuhi janjinya suatu saat nanti. Ganti kata ‘saya janji atau saya pastikan’ mengganti ‘saya usahakan’
  • Selalu siap apabila klien bertanya kabarnya. Namun hal ini juga harus sesuai dengan batasan sopan santun dengan klien.
  • Berikan service klien sesuai dengan batasannya tetapi berikan sesuatu di luar ekspektasi klien.

Baca Juga: Peran 4 Manfaat Testimoni Pelanggan

7.      Bangun Gaya Humor agar Klien Tidak Terlalu tegang dan Serius

Mayoritas klien sangat tertarik dengan informasi yang lucu dan gokil. Jadi bisa untuk memberikan sentuhan humor pada bahasa iklan. Selain itu, kamu juga bisa memberikan bahasa yang humor dan segar pada bahasa chatting. Meskipun humoris, pastikan gaya humor sangat netral dan tidak melampaui batas.

Agar humor segar dan lucu, bisa mempelajari informasi terbaru. Berusahalah mencari tahu tentang jokes-jokes yang paling baru. Dengan begitu, produk juga bakal diakui oleh para kaum millenial. Tentunya, jangan sampai ketinggalan zaman.

8.      Memahami Tujuan dan Kebutuhan Klien dengan Baik

Setelah berbincang-bincang dengan klien, ada kalanya kamu perlu kebutuhan klien. Selain kebutuhan, kamu juga harus paham bahwa klien memiliki tujuannya sendiri-sendiri. Misalnya kamu menemukan salah satu klien muda yang membeli sandal kayu model zaman dulu.

Dari sanalah, bisa menebak kalau klien muda tersebut bisa jadi membelikan untuk orang tuanya. Karena tujuannya seperti itu, tentunya akan bisa memberikan promosi untuk anniversary orang tua.

Dengan adanya analisa ini, kamu memiliki kesempatan untuk mempromosikan tulisan produk yang berkaitan dengan orang tua. Tidak hanya lewat suara dan video, kamu bisa menuliskan deskripsi promosi dengan bahasa yang khas dengan zaman dahulu. Bisa jadi produk sandal kayu tersebut ternyata merepresentasikan kenangan nostalgia. Kamu dapat mempromosikan produk melalui grup tahun 90-an, grup nostalgia, dan lain-lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Merek Bagi Perusahaan agar Bisa Berkembang

Pentingnya cara menjalin hubungan dengan klien bisa kamu praktikan sesuai dengan delapan cara di atas. Jangan sia-siakan keberadaan klien! Karena tanpa mereka, usaha kita tidak akan berjalan. Tetap jaga hubungan silaturahmi antara klien. Satu hal yang perlu diingat adalah membuat klien merasa nyaman dan aman saat berbicara denganmu.

Jadi, komunikasi dengan klien merupakan hal terpenting. Tapi setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyampaikan komunikasi tersebut. Semoga ulasan tersebut bisa bermanfaat dan menambah kekuatan untuk menjalin hubungan dengan klien.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ready to start your project with us?
Let's talk!
chevron-down