Apa Itu Digital Marketing? | SAB Blog
Apa Itu Digital Marketing?

Apa Itu Digital Marketing?

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print

Konsep Dasar dan Pengertian Digital Marketing

Saat ini istilah digital marketing atau pemasaran secara digital adalah salah satu istilah yang mungkin akan membuat bisnis Anda terdengar lebih ‘canggih’. Digunakan secara populer pada awal tahun 2000-an, digital marketing sebenarnya sudah ada sejak lama. Jika ditelusuri lebih lanjut, usianya bahkan sudah 100 tahun lebih tua.

Guglielmo Marconi, penemu radio dianggap sebagai orang yang pertama kali membuat orang berpikir tentang digital marketing. Pada tahun 1986, Marconi menunjukkan pada publik bagaimana sinyal dapat ditransmisikan tanpa adanya kabel. Inilah yang menjadi asal muasal radio yang kita kenal saat ini.

Penemuan radio tentu tidak serta merta menjadi permulaan munculnya digital marketing. Butuh waktu sampai 10 tahun setelahnya sampai teknologi radio bisa diperkenalkan secara luas pada publik. Dan tentu saja tidak perlu waktu lama sampai orang-orang menyadari bahwa teknologi baru ini bisa digunakan sebagai sarana pemasaran alias marketing.

Siaran pertama yang dilakukan lewat radio ad alah sebuah pengumuman tentang pertujukan opera. Secara mengejutkan, orang-orang yang mendengar siaran itu beramai-ramai membeli tiketnya. Dari sinilah strategi digital marketing terlahir.

Anda pasti terkejut. Tanpa adanya ponsel pintar, aplikasi apapun bahkan iklan Facebook dan blog juga belum ada, namun orang-orang sudah mengenal pemasaran digital. Dari sini dapat disimpulkan bahwa digital marketing awalnya tidak berhubungan sama sekali dengan internet. Lantas, apa sebenarnya digital marketing itu?

Berdasarkan pengertiannya, digital marketing merupakan segala jenis upaya yang dilakukan untuk memasarkan sebuah merek baik produk atau jasa dengan menggunakan media digital. Tujuan dari promosi dengan cara digital ini adalah untuk menjangkau pembeli atau calon pembeli secara cepat dan tepat sasaran.

Secara sederhana, digital marketing adalah segala bentuk promosi produk maupun jasa yang melibatkan penggunaan alat elektronik agar bisa menjangkau target pasar yang diinginkan. Alat elektronik di sini bisa berupa radio dan televisi. Inilah sebabnya kenapa digital marketing sebenarnya sudah tercipta jauh lebih lama dari internet.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, kanal digital yang kita kenal juga semakin banyak. Tidak hanya mengandalkan siaran radio dan televisi, ponsel pintar, situs internet, telepon, email dan lain sebagainya kini menjadi sarana baru yang dimanfaatkan oleh para marketer untuk digital marketing.

Era Baru Digital Marketing

Berdasarkan media yang digunakan, beriklan melalui media televisi atau radio masih termasuk ke dalam bentuk digital marketing. Pada masanya, iklan lewat televisi dan radio dianggap paling efektif karena banyaknya target pasar yang memiliki radio atau televisi di rumahnya.

Seiring berjalannya waktu, televisi dan radio tidak lagi menjadi sumber informasi utama. Layaknya teknologi yang sudah ada sebelumnya, televisi dan radio perlahan mulai tergantikan. Jutaan pasang mata dan telinga yang tadinya mendengarkan berita dan promosi melalui kedua teknologi itu, kini sudah beralih kepada teknologi yang lebih baru yakni telepon dan internet.

Agar promosi tetap berjalan dengan maksimal, para marketer pun membuat penyesuaian dengan menggunakan teknologi digital yang baru untuk beriklan. Mesin pencari, media sosial, email dan situs internet-lah yang sekarang dimanfaatkan sebagai sarana untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan prospektif.

Mengapa Orang-orang Beralih ke Pemasaran Digital?

Meski pemasaran tradisional disajikan dalam bentuk cetakan atau fisik (bisa berupa banner, brosur dan lain sebagainya), digital marketing bisa dilakukan secara elektronik dan online. Artinya, ada jutaan kemungkinan tak terbatas di mana Anda bisa mempromosikan produk yang Anda miliki termasuk lewat email, video, media sosial dan situs-situs berbasis iklan.

Karena digital marketing memiliki banyak sekali pilihan dan strategi, para marketer memiliki kesempatan lebih luas untuk bereksperimen dengan beragam taktik dan bujet. Digital marketing juga akan membuat efektivitas iklan yang Anda buat jauh lebih terukur dengan adanya analytics board. Dengan analytics board, Anda bisa memonitor seberapa besar keberhasilan iklan yang dibuat dan bagaimana ROI[1] (Return of Investment) yang diraih. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa Anda lakukan jika berpromosi dengan media iklan tradisional seperti billboard atau brosur.

[1] Nilai perbandingan uang yang didapat atau dihabiskan untuk suatu investasi terhadap jumlah yang diinvestasikan. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk presentase.

Sejarah dan Perkembangan Digital Marketing

Apa Itu Digital Marketing?

Meski konsepnya sudah ada sejak lama, istilah digital marketing sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1990-an. Kemunculan era digital mengambil alih berbagai lini kehidupan dengan munculnya internet dan platform website 1.0. Website 1.0 memungkinkan para penggunanya menemukan informasi apapun yang mereka cari namun di saat yang sama tidak mengizinkan mereka membagikannya.

Saat itu, para marketer masih belum yakin tentang bagaimana cara kerja platform digital baru ini. Mereka juga belum yakin sepenuhnya jika promosi dengan menggunakan internet akan efektif mengingat penggunaannya juga belum menyebar luas.

Pada tahun 1993, banner iklan internet pertama muncul. Setelah itu, HotWired membeli beberapa iklan banner di internet untuk mempromosikan produk mereka. Ini menandai awal dari transisi digital marketing non internet menuju digital marketing yang menggunakan internet. Di tahun yang sama, Yahoo!, salah satu mesin pencari raksasa dunia diluncurkan.

Di tahun pertamanya, Yahoo! berhasil mengumpulkan hampir 1 juta klik. Ini mendorong perubahan besar dalam ruang pemasaran digital dengan banyaknya perusahaan yang mengoptimalkan situs mereka untuk menarik peringkat yang lebih tinggi dalam mesin pencari. Di tahun 1996, beberapa situs mesin pencari lain bermunculan seperti HotBot, LookSmart dan Alexa.

Di tahun 1998 kita menyaksikan kelahiran Google. Microsoft meluncurkan mesin pencari mereka sendiri yang diberi nama MSN search engine dan Yahoo! muncul dengan situs pencarinya. Dua tahun kemudian, terjadi perubahan besar dalam industri mesin pencari di internet. Perusahaan-perusahan kecil akhirnya tertinggal, memberikan kesempatan pada perusahaan yang lebih besar seperti Google dan Yahoo! untuk maju ke depan.

Dunia pemasaran digital mengalami lonjakan pesat pertamanya pada tahun 2006 saat lalu lintas mesin pencari dilaporkan mengalami peningkatan menjadi sekitar 6,4 miliar pencarian dalam sebulan. Tidak mau ketinggalan, Microsoft kemudian meninggalkan MSN dan meluncurkan Live Search untuk berkompetisi dengan Google dan Yahoo! yang ketika itu menjadi raja.

Google sendiri mulai melebarkan langkah, memperkenalkan berbagai produk baru mereka seperti AdWords (iklan 3 baris yang muncul di bagian atas atau kanan dari hasil pencarian) dan AdSense (iklan dengan skema pembayaran per klik).

Beberapa tahun kemudian Google menyadari bahwa nilai analisis konten yang mereka terima dapat dimanfaatkan untuk menayangkan iklan berdasarkan minat pengguna. Dengan begitu, promosi yang dilakukan lewat produk mereka jadi lebih efektif. Langkah ini menjadikan Google sebagai pemain utama dalam dunia pemasaran digital.

Pasca era web 1.0, muncullah web 2.0 di mana para pengguna internet menjadi lebih aktif. Web 2.0 memungkinkan para penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lain termasuk dengan sesama pemilik bisnis. Ini membuat volume arus informasi termasuk saluran yang digunakan oleh digital marketer mengalami peningkatan berlipat ganda. Pada tahun 2004, iklan dan pemasaran yang dilakukan lewat internet di Amerika Serikat sukses mengumpulkan lebih dari $2,9 miliar.

Tidak lama setelahnya, media sosial mulai muncul. MySpace merupakan situs jejaring sosial generasi pertama yang diluncurkan dan kemudian diikuti oleh Facebook. Banyak perusahaan mulai menyadari bahwa kemunculan situs media sosial ini juga membuka peluang baru untuk memasarkan produk dan merek mereka. Dengan sumber daya baru ini, mereka membutuhkan pendekatan baru untuk berpromosi dengan memanfaatkan platform jejaring sosial. Saat ini media sosial seperti Facebook, Instagram hingga Twitter masih terus digunakan untuk berpromosi baik untuk tujuan komersial maupun non komersial.

Cookie adalah tonggak penting lainnya dalam dunia pemasaran digital. Para pengiklan mulai memanfaatkan teknologi baru ini untuk memaksimalkan promosi mereka. Salah satu tekniknya adalah dengan melacak kebiasaan browsing dan pola penggunaan internet orang-orang. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan jenis iklan yang cocok dan sesuai dengan selera mereka.

Secara ringkas, sejarah dan perkembangan digital marketing dapat Anda simak pada timeline berikut ini:

  • Tahun 1990 –  Istilah digital marketing diperkenalkan untuk pertama kali. Archie, search engine pertama diluncurkan
  • Tahun 1993 – Iklan banner website yang bisa di-klik pertama kali diluncurkan
  • Tahun 1994 –  Transaksi e-commerce pertama dilakukan via Netmarket. Yahoo! diluncurkan
  • Tahun 1996 – Perusahaan search engine kecil seperti HotBot, LookSmart dan Alexa dilincurkan
  • Tahun 1997– com, situs media sosial pertama diluncurkan
  • Tahun 1998 –  Kelahiran Google, peluncuran MSN oleh Microsoft dan Yahoo! web search
  • Tahun 2000 –  Perusahaan search engine kecil mulai hilang satu per satu. SixDegrees.com tutup
  • Tahun 2001 – Universal Music melakukan mobile marketing campaign pertama
  • Tahun 2002 – Peluncuran LinkedIn
  • Tahun 2003 – WordPress diluncurkan dan MySpace mulai beroperasi
  • Tahun 2004 – Gmail diluncurkan dan Google menjadi perusahaan publik. Facebook berdiri
  • Tahun 2005 – YouTube diluncurkan
  • Tahun 2006 – Microsoft meluncurkan MS Live Search, Twitter berdiri, situs e-commerce Amazon mencapai penjualan $10 miliar
  • Tahun 2007 – Kelahiran Tumblr, situs layanan streaming Hulu dan iPhone
  • Tahun 2009 – Google meluncurkan mesin pencari dengan hasil real time
  • Tahun 2010 – Google Buzz dan WhatsApp diluncurkan
  • Tahun 2011 – Google Buzz ditutup, Google+ dan Google Panda diluncurkan. Di tahun ini, kebiasaan menonton anak-anak muda mulai beralih dari televisi ke internet
  • Tahun 2012 – Penggunaan media sosial naik pesat, Google mengeluarkan Google Knowledge Graph
  • Tahun 2013 – Yahoo! mengakuisisi Tumblr
  • Tahun 2014 – Penggunaan internet dari ponsel melebihi PC. Aplikasi Facebook Messenger dan iklan di LinkedIn muncul untuk pertama kalinya. Di tahun ini juga, Facebook mengakuisisi WhatsApp
  • Tahun 2015 – Snapchat meluncurkan fitur ‘Discover’. Predictive analytics, wearable technology dan content marketing mulai populer.

Metode dan Jenis dalam Digital Marketing

Apa itu Digital Marketing

Meski saat ini istilah digital marketing lebih lekat dengan iklan yang dilakukan lewat internet, faktanya tidaklah sesederhana itu. Pemasaran digital menjadi induk dari semua bentuk promosi yang dilakukan dengan menggunakan alat elektronik. Karena itu digital marketing bisa dilakukan melalui dua metode yakni secara offline maupun online.

Pemilihan metode untuk melakukan pemasaran digital terus berkembang. Para pengiklan bisa memilih mana yang paling tepat untuk bisnis mereka. Semua tergantung pada apa target yang ingin diraih dari iklan tersebut.

Metode Digital Marketing Offline

Digital marketing dilakukan secara offline jika dalam prosesnya, pengiklan tidak menggunakan jaringan internet. Artinya, segala bentuk promosi yang dilakukan melalui alat elektronik dan tidak menggunakan internet termasuk ke dalam metode digital marketing offline.

Meski saat ini internet sudah menguasai banyak lini kehidupan, digital marketing dengan cara offline masih banyak digunakan. Beberapa jenis digital marketing offline antara lain adalah:

1. Billboard Elektronik

Billboard elektronik merupakan sebuah alat berbentuk layar yang dipasang di tempat-tempat umum dengan menampilkan informasi tertentu. Informasi ini bisa berupa gambar dengan teks, bisa juga berupa visual bergerak atau video. Billboard menggunakan konduktor elektronik yang memungkinkan arus listrik mengalir dan membuat papan reklame berfungsi.

Tidak peduli seberapa canggihnya gawai dan seberapa cepat jaringan internet yang kita gunakan, papan iklan elektronik masih menjadi media promosi yang mumpuni hingga saat ini. Papan iklan elektronik semacam ini bahkan semakin lama semakin canggih. Di kota-kota besar, jumlahnya bahkan terus bertambah sepanjang tahun.

2. Iklan Televisi

Iklan televisi memungkinkan pengiklan menampilkan informasi dalam bentuk gambar bergerak. Marketer memanfaatkan media ini untuk berkomunikasi dengan calon konsumen lewat format audio visual. Tidak seperti billboard, televisi memanfaatkan satelit yang memungkinkan iklan bisa menjangkau audiens atau penonton yang lebih luas.

Dengan memasang iklan di televisi, para pengiklan dapat memilih slot tayang, durasi hingga jadwal penayangan yang diinginkan. Selama bertahun-tahun iklan televisi masih dianggap cukup efektif untuk menjangkau audiens secara luas meski tarifnya lebih mahal.

3. Iklan Radio

Radio merupakan alat yang bisa mengirimkan informasi dalam format audio pada rentang yang sangat luas melalui sinyal elektromagnetik. Belakangan, radio bahkan bisa dinikmati secara online melalui platform tertentu.

Hingga saat ini, radio masih memberikan peluang yang besar bagi banyak pengusaha untuk mempromosikan produk mereka. Alih-alih iklan biasa, beberapa stasiun radio bahkan menyediakan layanan iklan interaktif yang memungkinkan pendengar berbicara dengan pembawa acara melalui sambungan telepon. Ini dapat dimanfaatkan oleh pengiklan untuk melakukan tanya jawab bahkan mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk yang diiklankan.

4. Telepon

Terlepas dari banyaknya konsumen prospektif yang bisa dijangkau melalui internet, beberapa produk tetap harus dipasarkan dengan metode digital marketing offline melalui telepon. Telepon dianggap lebih efektif untuk menjual produk tertentu karena penjual dapat melakukan komunikasi dua arah dengan calon konsumen. Tidak hanya memanfaatkan kemahiran berbicara, tanya jawab yang terjadi selama panggilan telepon bisa memperbesar peluang calon konsumen membeli produk yang ditawarkan.

Beberapa jenis produk yang banyak dijual dengan menggunakan media telepon antara lain adalah asuransi. Selain untuk tujuan berpromosi, telepon juga banyak dimanfaatkan oleh para marketer untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan.

Metode Digital Marketing Online

Digital marketing yang dilakukan secara online lebih mudah jika didefinisikan sebagai internet marketing. Ada beberapa jenis digital marketing online yang paling banyak digunakan yakni:

  1. SEO (Search Engine Optimization)

SEO merupakan salah satu jenis digital marketing yang digunakan untuk mengoptimasi pencarian agar situs atau blog Anda tampil di peringkat teratas. Dengan ranking yang tinggi, potensi untuk meningkatkan traffic pun meningkat.

Tidak hanya berguna untuk menghasilkan traffic kunjungan yang tinggi, SEO juga membantu pemilik situs mendapatkan traffic yang tepat. Artinya yang menjadi fokus bukan hanya tingkat kunjungan yang tinggi saja, tapi juga kunjungan yang sesuai dengan tujuan utama situs Anda.

  1. SEM (Search Engine Marketing)

Search Engine Marketing merupakan aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan iklan berbayar yang muncul di halaman mesin pencari seperti Google. Bagaimana cara kerja SEM?

Secara singkat, SEM dapat diartikan dengan membeli traffic lewat mesin pencari seperti Google. Misalnya saja seorang marketer melakukan penawaran terhadap satu kata kunci yang diinginkan. Dengan kata kunci tersebut, sang marketer berharap agar setiap orang yang mengetikkannya di kolom pencarian, akan meng-klik situs atau iklan mereka.

SEM sendiri memiliki beragam format. Ada yang berbentuk teks, PLAs (Product Listing Ads/Shopping Ads), ada yang berupa produk, review, harga dan rating dalam bentuk visual. Untuk SEM dalam format teks, biasanya marketer akan memanfaatkan Google Adwords atau Bing.

  1. Content Marketing

Content marketing merupakan digital marketing online yang sedang populer beberapa tahun belakangan. Content marketing dianggap sebagai salah satu cara pemasaran paling efektif bahkan jika dibandingkan dengan digital marketing online lainnya.

Berdasarkan pengertiannya, content marketing merupakan strategi dalam pemasaran yang dilakukan dengan membuat dan mendistribusikan konten yang memiliki nilai, relevansi dan konsistensi untuk menarik minat audiens atau target pasar yang sudah diincar. Lewat konten tersebut, diharapkan akan muncul tindakan atau reaksi dari target yang mendatangkan keuntungan bagi marketer. Beberapa contoh content marketing antara lain adalah postingan di blog/situs, e-book dan white paper hingga infografis.

Menurut Michael Brenner dari Marketing Insider Group, content marketing adalah usaha untuk menarik perhatian target pasar agar mengunjungi atau merasakan pengalaman dari channel yang digarap oleh sebuah brand. Konten ini bisa berupa tulisan di blog atau video yang diunggah di media sosial pengiklan.

  1. SMM (Social Media Marketing)

Saat ini Indonesia memiliki setidaknya 150 juta pengguna media sosial. Jumlah ini mewakili 56% dari seluruh total populasi penduduk yang ada. Rata-rata, orang Indonesia menghabiskan waktu 3 jam 26 menit per harinya hanya untuk beraktivitas di media sosial. Angka ini jauh lebih besar dari rata-rata global yang hanya mencapai 2 jam 22 menit saja. Ini adalah kabar gembira bagi para pebisnis. Bayangkan saja, hanya dengan satu iklan Anda berkesempatan menjangkau setengah dari total penduduk Indonesia untuk mengenal produk yang Anda jual.

Dari sekian banyak platform media sosial yang ada, 6 di antaranya memiliki pengguna paling aktif. Media sosial tersebut adalah:

  • Youtube dengan jumlah pengguna 88% dari total seluruh pengguna aktif media sosial
  • WhatsApp dengan jumlah pengguna mencapai 83%
  • Facebook memiliki pengguna aktif 81% dari seluruh pengguna media sosial
  • Instagram dengan presentase 80%
  • Line dengan total presentase pengguna mencapai 59%
  • Twitter dengan total pengguna sebanyak 52% dari seluruh populasi pengguna media sosial.

Dengan melihat jumlah pengguna aktifnya, bisa disimpulkan bahwa keenam media sosial di atas merupakan platform yang paling sesuai untuk aktivitas Social Media Marketing Anda.

  1. PPC (Pay-per-click) Advertising

Pay-per-click merupakan salah satu cara beriklan online yang cukup populer. PPC dilakukan dengan kerja sama antara pemilik sebuah situs dengan pengiklan. Pengiklan nantinya akan menyerahkan materi untuk dipasang di halaman situs terkait. Untuk setiap kali klik di banner iklan tersebut, pemilik situs akan mendapatkan bayaran dari pengiklan.

Ada banyak situs yang menyediakan layanan PPC di Indonesia. Di antara sekian banyak program, Google AdSense adalah yang paling populer. Google AdSense dianggap mampu memberikan keuntungan memuaskan untuk pemilik situs ataupun untuk pengiklan karena jangkauannya yang luas serta kemampuan penargetan iklan yang mumpuni.

  1. Affiliate Marketing

Affiliate marketing secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kerja sama berbasis komisi. Misalnya saja ketika seseorang berhasil menjualkan produk Anda, mereka akan mendapatkan komisi. Program afiliasi ini dianggap sebagai sarana beriklan online yang paling mahal untuk mengarahkan traffic kunjungan ke situs website milik pengiklan.

  1. Email Marketing

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Radicati Group, lebih dari 34% populasi dunia menggunakan layanan surat elektronik atau email. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan semakin tingginya penetrasi internet. Potensi yang besar inilah yang dimanfaatkan oleh para pengiklan untuk mempromosikan produknya.

Email marketing adalah materi promosi yang dikirimkan lewat email ke alamat pengguna yang sudah atau belum pernah membeli produk. Email ini isinya tidak hanya menawarkan produk tapi juga dapat dijadikan sarana untuk membangun hubungan dengan para pelanggan dalam jangka panjang.

Untuk berpromosi dengan cara ini, Anda harus berlangganan layanan email marketing. Layanan ini memungkinkan Anda mengirimkan ratusan bahkan jutaan email dengan satu kali klik. Dengan layanan email marketing Anda bisa menghitung beragam metrik termasuk berapa banyak penerima yang membuka email Anda dan berapa banyak yang tidak.

Digital Marketer, Otak di Balik Keberhasilan Digital Marketing

Berbicara tentang digital marketing tentu juga membicarakan digital marketer. Digital marketer sendiri adalah istilah untuk perusahaan atau individu yang bertugas mengarahkan brand awareness dan menghasilkan penjualan terbaik dari semua saluran digital yang digunakan oleh sebuah perusahaan. Saluran-saluran ini termasuk media sosial, situs perusahaan, peringkat di mesin pencari, display advertising, email hingga blog perusahaan.

Digital marketer biasanya bekerja dengan fokus pada indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) untuk setiap saluran. Tujuannya agar perusahaan dapat mengukur performa masing-masing saluran. Digital marketer bertanggung jawab mengawasi SEO misalnya, bertugas mengukur kunjungan organik di situs dan mendapatkan peringkat bisnis di Google.

Digital marketing saat ini memiliki banyak peran. Di perusahaan kecil, satu orang tenaga digital marketer mungkin sudah cukup untuk membantu membuat taktik pemasaran pada berbagai platform. Namun untuk perusahaan besar, digital marketer ini dibagi-bagi kembali berdasarkan spesialisasinya antara lain:

  1. Manajer SEO

Singkatnya, manajer SEO mendapatkan peringkat bisnis di Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk optimasi mesin pencari, manajer SEO ini mungkin bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google bahkan jika perusahaan juga memposting konten ini di media sosial.

  1. Content Marketing Specialist

Content Marketing Specialist adalah pembuat konten digital. Mereka sering melacak kalender blogging perusahaan, dan menghasilkan strategi konten yang mencakup video juga. Para profesional ini sering bekerja dengan orang-orang di departemen lain untuk memastikan produk dan kampanye yang diluncurkan bisnis didukung dengan konten promosi di setiap saluran digital.

  1. Social Media Manager

Peran seorang social media manager mudah disimpulkan dari namanya, tetapi jaringan sosial mana yang mereka kelola untuk perusahaan bergantung pada industri. Yang terpenting, manajer media sosial membuat jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Social media manager juga dapat bekerja sama dengan spesialis pemasaran konten dalam mengembangkan strategi untuk memposting konten di jejaring sosial mana.

  1. Marketing Automation Coordinator

Marketing Automation Coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran untuk memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnis mereka. Karena banyak operasi pemasaran yang dijelaskan di atas dapat dijalankan secara terpisah satu sama lain, penting bagi seseorang untuk mengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam kampanye individual dan melacak kinerja setiap kampanye.

Membuat Perencanaan dalam Digital Marketing

Digital marketing terus mengalami evolusi dari tahun ke tahun. Media kini berfungsi sebagai faktor utama untuk membangun reputasi dan awareness baik produk maupun individu. Pergeseran ini bisa dengan jelas kita lihat di mana iklan-iklan di internet menjadi semakin banyak dan jumlahnya berada jauh di depan iklan-iklan konvensional.

Bahkan ruang digital sendiri pun sudah berubah. Generasi sekarang lebih banyak mencari hiburan dari platform media sosial seperti YouTube, Instagram dan Facebook ketimbang radio dan televisi. Hal ini tidak hanya menjadi kabar gembira tapi juga menjadi PR bagi para marketer tentang bagaimana membangun strategi promosi menggunakan platform yang tepat dan konsep yang tepat pula.

Melakukan pemasaran digital tanpa rencana atau strategi yang tepat hanya akan menyebabkan kegagalan. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan agar tujuan dari promosi bisa dicapai. Saat akan membuat perencanaan digital marketing, Anda harus memasukkan beragam komponen termasuk target pasar, tujuan bisnis dan lain sebagainya.

Apa Itu Perencanaan dalam Digital Marketing?

Perencanaan dalam digital marketing adalah semua rincian termasuk perencanaan untuk kampanye atau iklan yang akan dibuat. Rincian itu termasuk:

  • Tujuan bisnis jangka pendek, menengah dan jangka panjang
  • Strategi untuk mencapai tujuan secara digital
  • Saluran promosi yang akan digunakan
  • Rencana dan pengembangan
  • Timing dan roadmap
  • Investasi dan anggaran yang dibutuhkan

Rencana dalam digital marketing ini perlu dibuat jika Anda ingin menarik, meyakinkan dan membuat calon pelanggan jatuh cinta pada produk atau layanan yang Anda jual. Dengan membuat perencanaan, Anda bisa tahu apakah target dari iklan Anda tercapai atau tidak.

Langkah-langkah Membuat Perencanaan Digital Marketing

  1. Tentukan Target Anda

Setiap marketer profesional pasti tahu betapa pentingnya memiliki target atau tujuan. Tentukan apa yang ingin Anda capai dari iklan Anda. Apakah Anda ingin membangun brand recognition? Meningkatkan penjualan atau menambah jumlah subscriber? Untuk memastikan target Anda tercapai, buatlah secara spesifik, terukur, dapat dipahami serta memiliki jangka waktu.

Contoh target pemasaran yang lemah: “Meningkatkan jumlah kunjungan website dan mengadakan dua kali giveaway.” Target semacam ini dianggap lemah karena tidak terukur dan tidak memiliki batas waktu yang jelas.

Seharusnya, target tersebut berbunyi: “Meningkatkan jumlah kunjungan website sebanyak 20% hingga pertengahan tahun 2020 dan mengadakan dua kali giveaway. Satu kali giveaway produk dan satu lagi voucher promo. Masing-masing akan diadakan pada bulan Februari dan Maret tahun ini.”

  1. Memahami ‘Corong’ dalam Penjualan Digital

‘Corong’ dalam penjualan digital adalah konsep pemasaran yang harus Anda pahami sebelum mengembangkan strategi sendiri. ‘Corong’ ini mencakup beberapa langkah yang dilalui oleh pembeli sebelum mencapai titik pembelian atau menjadi pelanggan jangka panjang. Langkah-langkah ini mencakup:

  • Discovery. Discovery merupakan saat pertama kali orang-orang mendengar produk atau merek Anda
  • Penelitian atau pertimbangan. Setelah mendengar atau melihat produk Anda, audiens akan mencari tahu produk sejenis yang sudah ada. Dalam tahap ini, mereka mungkin akan meneliti pesaing Anda
  • Setelah memastikan bahwa mereka yakin dengan apa yang Anda tawarkan, mereka bersedia menjadi pembeli dari produk Anda
  • Beberapa pelanggan yang sudah percaya dan berulang kali membeli produk Anda, pada akhirnya akan setia atau loyal. Beberapa pelanggan setia ini bahkan akan mendukung hingga mempromosikan produk Anda dengan sukarela kepada calon pelanggan lain.

Audiens yang masih berada pada tahap discovery dan tahap loyalitas akan memberikan respon yang berbeda pada iklan Anda. Mereka juga akan berinteraksi dengan cara yang berbeda dengan merek Anda di platform yang berbeda. Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut.

  1. Ciptakan Buyer Persona

Buyer persona merupakan karakter pembeli ideal yang Anda bayangkan ketika Anda menciptakan sebuah produk. Sederhananya, buyer persona adalah representasi yang sempurna bagi bisnis Anda. Dengan menciptakan buyer persona, Anda akan lebih mudah memahami target konsumen Anda lebih jauh.

Contohnya saja Anda ingin menjual membuka butik dengan produk modest wear. Desainnya simpel, elegan dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Anda bisa membayangkan buyer persona Anda adalah wanita kantoran yang modis, berhijab, aktif dan memiliki penghasilan tinggi.

Setelahnya Anda bisa dengan mudah menentukan konten iklan seperti apa yang cocok, platform apa yang kira-kira pas digunakan hingga bagaimana pendekatan Anda dalam berpromosi. Ingat bahwa iklan yang ditargetkan untuk remaja tidak akan sama dengan yang ditargetkan untuk wanita dewasa.

Perlu dicatat bahwa buyer persona tetap harus didasarkan pada penelitian, bukan sekadar stereotip. Anda bisa memanfaatkan Google Analytics dan Audience Insight Facebook untuk membuatnya secara lebih detail.

  1. Tentukan di Mana Anda Menemukan Calon Pelanggan di Semua ‘Corong’

Setelah Anda memahami seperti apa calon audiens Anda, sekarang Anda harus mencari tahu di mana dan bagaimana Anda bisa terhubung dengan mereka. Anda bisa menggunakan buyer persona yang sudah Anda buat sebagai rujukan.

Anggaplah bisnis yang Anda miliki adalah butik dengan produk modest wear seperti yang dicontohkan sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan Anda bisa terhubung dengan calon konsumen Anda misalnya: Seorang mahasiswi sedang mencari ide berbusana kasual untuk menghadiri acara seminar. Mereka mungkin akan melakukan Googling dengan beberapa kata kunci misalnya “ide busana kasual” atau “tips hijab kasual”. Jika mereka menemukan postingan di blog atau situs Anda dan melihat contoh produknya, ada kemungkinan mereka bisa melakukan langkah selanjutnya yakni menemukan situs atau akun e-commerce di mana mereka bisa membeli produk Anda.

  1. Gunakan Cara Khusus untuk Mencapai Tujuan Anda

Setelah Anda mengetahui dengan jelas target pasar dan tujuan iklan Anda, saatnya untuk membuat taktik khusus mewujudkannya. Beberapa cara yang dapat Anda gunakan antara lain adalah:

  • Menempatkan generation widgets atau lead magnet di sisi semua postingan blog serta menampilkan CTA (Call to Action) untuk berkomunikasi
  • Berbagi konten influencer di media sosial untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan calon pelanggan, meningkatkan visibilitas dan pengakuan terhadap merek
  • Membangun testimonial dengan meletakkan plugin email di situs Anda. Bisa juga dengan meminta pengguna mengirimkan ulasan pada halaman Google Business Anda untuk meningkatkan skor SEO lokal.

Pastikan semua langkah-langkah yang Anda ambil spesifik. Termasuk dengan menyertakan CTA dan link back untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  1. Gabungkan Otomatisasi dan Personalisasi

Saat Anda menjalankan iklan, Anda pasti ingin terus membuat iklan yang seefektif mungkin. Ada dua langkah yang bisa Anda lakukan yakni dengan lebih banyak otomatisasi dan personalisasi atau dengan menggabungkan keduanya.

Personalisasi dilakukan dengan merekomendasikan produk sejenis kepada pelanggan yang sudah pernah melakukan pembelian sebelumnya. Sementara otomatisasi iklan dapat dilakukan lewat email newsletter dan postingan media sosial yang terjadwal.

  1. Temukan Celah dari Strategi yang Anda Buat

Karena ada banyak sekali platform iklan berbasis digital marketing online yang dapat Anda manfaatkan, memilih yang paling tepat mungkin tidak akan mudah. Manfaatkan Google Analytics untuk melihat peta perilaku pengguna. Anda juga bisa mengukur efektivitas iklan Anda di semua platform.

Apakah postingan blog Anda dibagikan sebanyak 5.000 kali namun tidak ada satupun transaksi pembelian? Apakah postingan Instagram Anda memiliki engagement tinggi namun penjualan tidak meningkat? Temukan di mana kesalahannya sehingga Anda bisa memilih cara mana yang paling efektif.

Mengembangkan Strategi Digital Marketing Anda

Dengan kondisi pasar yang terus berubah, marketers harus terus memperbarui strategi. Setiap platform pasti akan memberikan update berkala. Teknik yang baru mungkin lebih efektif untuk bisnis Anda. Agar tidak terjebak dengan cara yang itu-itu saja, ada 5 cara yang dapat Anda lakukan untuk mengevaluasi strategi pemasaran digital Anda demi hasil yang maksimal.

  1. Fokus pada Konversi, Bukan Sekadar Prospek

Salah satu pilar terpenting dari strategi pemasaran digital yang baik adalah pemanfaatan data. Data dan metrik pasti akan memengaruhi setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh tim pemasaran. Ini berarti Anda harus menggali data untuk memahami di mana pelanggan potensial Anda menghabiskan waktu mereka (di platform dan situs apa) kemudian menargetkan mereka dengan konten tertentu yang sesuai.

Kemajuan teknologi big data dan machine learning memungkinkan kita menggali informasi lebih dalam tentang target pasar kita. Dengan menargetkan demografi dan audiens tertentu lewat jenis konten atau rekomendasi produk tertentu, marketer dapat melangkah lebih jauh dalam mendorong keputusan audiens untuk melakukan pembelian.

  1. Pertimbangkan Rencana Jangka Panjang

Sebelum memutuskan untuk menggelontorkan dana besar beriklan di salah satu platform, pikirkan juga rencana jangka panjang Anda. Apakah investasi sebanyak itu akan terbayar dalam jangka panjang, atau justru hanya berguna dalam jangka pendek?

Teknologi terus berubah dengan kecepatan eksponensional. Akan selalu ada ide atau tren baru yang ‘panas’ dalam industri. Marketer harus berhati-hati memahami mana tren yang akan bertahan sebelum membuat keputusan yang berdampak pada pertumbuhan dan pendapatan jangka panjang.

  1. Tingkatkan Layanan Pelanggan

Meski sering dilupakan, tapi setiap interaksi tunggal yang dilakukan pelanggan dengan brand tertentu dapat memengaruhi pandangan mereka tentangnya dan ini dianggap sebagai layanan pelanggan/customer service. Digital marketer memainkan peran mewakili customer service. Baik itu lewat email yang dipersonalisasi, halaman selamat datang atau rekomendasi produk. Artinya, digital marketing yang baik tidak akan berguna tanpa adanya dukungan layanan pelanggan yang berkualitas.

  1. Ciptakan Pengalaman Berbelanja yang Menarik

Setelah memahami calon konsumen secara mendalam, digital marketer juga harus memperbaiki proses dan menciptakan pengalaman berbelanja terbaik. Hal ini termasuk dengan mengoptimalkan belanja online baik dari situs hingga ke seluler. Memastikan pengguna mudah menemukan apa yang mereka cari akan memperbesar kemungkinan mereka akan kembali lagi menjadi pelanggan loyal.

  1. Ketahui Kapan Harus Mengatur Ulang Strategi

Marketing adalah lanskap yang terus berubah dan digital marketing adalah salah satu fitur yang paling dinamis. Ketika Anda menemukan ada strategi yang tidak berhasil, itu bukanlah kegagalan melainkan kesempatan untuk menguji strategi kampanye lainnya. Selalu awasi metrik dan data untuk mendapatkan informasi kapan Anda harus mengatur ulang rencana.

Fungsi Digital Marketing untuk Bisnis dan Individu

Apa itu Digital Marketing

Fungsi Digital Marketing untuk Bisnis

Tidak seperti kebanyakan teknik pemasaran non digital, digital marketing memungkinkan marketer melihat hasil dari iklan yang dibuat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar atau di billboard, Anda akan sulit memperkirakan berapa banyak orang yang benar-benar membuka halaman itu dan melihat iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut menghasilkan penjualan atau tidak.

Di sisi lain, dengan digital marketing Anda dapat mengukur ROI (Return of Investment) dari hampir semua aspek upaya pemasaran Anda. Beberapa contohnya antara lain:

  1. Mengukur Traffic Situs

Dengan digital marketing, Anda bisa melihat jumlah pasti orang yang melihat beranda situs Anda secara real time lewat software analitik digital yang tersedia dalam platform pemasaran seperti HubSpot. Data analitik yang juga bisa Anda dapatkan adalah berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang mereka gunakan dan dari mana mereka berasal. Inilah yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan teknik marketing konvensional.

  1. Menjangkau Konsumen yang Lebih Luas di Internet

Bayangkan Anda beriklan dengan menggunakan brosur dan membagikannya di sekitar tempat bisnis Anda. Jumlah orang yang bisa Anda jangkau dengan alat promosi itu mungkin hanya sejumlah brosur yang dibagikan. Dari segi demografis, orang-orang yang berpotensi melihat brosur itu adalah orang-orang yang berada dekat dengan bisnis Anda.

Bandingkan jika brosur tersebut dibagikan secara online. Baik dengan menggunakan media sosial, situs e-commerce atau website afiliasi. Selain dapat menghitung dengan jelas jumlah orang yang berinteraksi dengan iklan Anda, Anda juga bisa menargetkan calon konsumen yang berada di luar domisili Anda.

Saat ini, konsumen tidak lagi melakukan pencarian informasi produk yang mereka butuhkan dengan iklan tradisional seperti brosur atau iklan baris di koran. Setidaknya 80% dari konsumen memanfaatkan internet untuk melakukan pencarian produk dan jasa karena dianggap lebih mudah dan nyaman. Tersedianya beragam alat pemasaran digital ini dapat memungkinkan pengusaha menjangkau target pasar yang melakukan pencarian informasi melalui internet atau media digital lainnya.

  1. Meningkatkan Penjualan

Jika diibaratkan menebar jala, beriklan dengan metode digital memungkinkan Anda menebarkan jaring ke wilayah yang lebih luas. Tidak hanya menjangkau orang-orang yang berada dalam kawasan demografis yang sama dengan Anda, iklan juga dapat dilihat di mana pun di belahan dunia. Beberapa platform iklan di internet bahkan memungkinkan Anda memilih kawasan mana saja yang bisa melihat iklan Anda. Dengan begitu, hasil ‘tangkapan’ yang Anda peroleh pasti akan lebih banyak.

  1. Menghemat Biaya

Digital marketing dengan menggunakan media televisi dan radio mungkin masih termasuk iklan berbiaya tinggi. Tapi digital marketing yang dilakukan lewat internet ternyata berbiaya jauh lebih murah. Gartner.Inc yang bergerak dalam bidang riset dan penasehat perusahaan bahkan menyebut bahwa banyak pengusaha kecil mendapatkan keuntungan dengan murahnya biaya berpromosi dengan pemasaran digital. Sebanyak 40% dari pedagang kecil melaporkan adanya efisiensi dari segi biaya.

  1. Memungkinkan Pengusaha Memberikan Layanan Pelanggan yang Realtime

Menurut laporan dari eMarketer, teknik pemasaran digital memungkinkan pengusaha memiliki mekanisme respon konsumen secara realtime. Dengan layanan ini, perusahaan tidak hanya akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar tapi juga bisa mempertahankan pelanggan loyal sekaligus memberikan kepuasan kepada konsumen baru.

  1. Menjangkau Konsumen Pengguna Smartphone

Saat ini Indonesia memiliki 28% penduduk pengguna smartphone. Pemasaran digital akan membawa para pengusaha memasuki sebuah pasar besar yang di dalamnya kegiatan pemasaran lewat ponsel/mobile mampu mendatangkan hingga 34% dari keseluruhan traffic organik kunjungan website. Teknologi smartphone juga turut andil memengaruhi perilaku pembelian konsumen. Terlebih saat ini lebih banyak orang yang menggunakan ponsel untuk mencari informasi dibanding lewat komputer.

  1. Peluang Lebih Besar untuk Mendapatkan Konsumen Loyal

Pembeli yang melakukan transaksi secara online memerlukan 6 poin utama yang bisa meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian. Namun ketika mereka sudah membeli dan merasa puas dengan produk dan jasa yang didapatkan, mereka bisa melakukan re-purchase atau pembelian ulang sebanyak 4 kali lebih banyak daripada konsumen konvensional. Sederhananya, digital marketing berpeluang lebih besar mendatangkan konsumen loyal untuk sebuah bisnis.

  1. Meningkatkan ROI (Return of Investment)

Menurut laporan HubSpot, dapat disimpulkan bahwa digital marketing mampu membantu sebuah bisnis mendapatkan Cost-Per-Lead (CPL) yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara pemasaran tradisional bahkan dengan menggunakan telemarketing.

  1. Mengukuhkan Posisi di Tengah Persaingan

Dengan sekian banyak brand dan bisnis yang saling bersaing untuk promosi, penggunaan kampanye dengan digital marketing terbukti mampu menjaga posisi bisnis Anda di tengah persaingan.

  1. Memudahkan Penargetan

Iklan yang efektif adalah iklan yang tepat sasaran. Promosi dengan metode tradisional adalah seperti beriklan sembari berharap agar orang menyukai apa yang mereka lihat dan baca kemudian membuat pendekatan positif. Di sisi lain, promosi dengan menggunakan platform digital memungkinkan kampanye dilakukan secara tertarget di mana iklan akan disajikan kepada pelanggan berdasarkan preferensi mereka.

Platform media sosial biasanya memiliki algoritma cerdas yang membuatnya dapat mempelajari dan menyusun preferensi pengguna dengan sedemikian rupa. Dengan begitu iklan A hanya akan ditampilkan kepada orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap produk A. Ini akan membantu meningkatkan penjualan sekaligus mengurangi biaya pemasaran.

  1. Memungkinkan Sebuah Bisnis untuk Bersaing dengan Perusahaan Besar

Kalau Anda bermimpi bisa mendirikan sebuah bisnis keripik singkong yang mampu mengalahkan merek nasional yang sudah besar, maka digital marketing adalah jawabannya. Tidak hanya membuat posisi bisnis Anda sejajar dengan kompetitor, Anda bahkan bisa bersaing head to head dengan brand besar yang sudah ada sebelumnya.

  1. Mempersiapkan Bisnis Memasuki Era Internet of Things (IoT)

Revolusi digital akan membawa kita ke zaman serba internet. Menurut survei yang dilakukan Gartner, pada tahun 2020 ini diperkirakan aka nada 26 miliar unit gawai yang digunakan oleh orang-orang. Gawai-gawai ini mencakup smartphone, tablet, jam tangan pintar, kacamata dan wearable technology lainnya yang akan terhubung dengan ekosistem online global. Di saat inilah era Internet of Things yang sesungguhnya akan terbentuk.

Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Digital Marketing

Selain 11 manfaat di atas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap iklan online di kawasan Asia Tenggara khususnya masih tergolong tinggi. Search engine misalnya, meraih tingkat kepercayaan konsumen hingga 57%. Sementara media sosial berada di posisi kedua dengan tingkat kepercayaan 53%. Selanjutnya ada video online yang meraih tingkat kepercayaan 52% disusul iklan banner online yang meraih tingkat kepercayaan sebesar 47%. Tingkat kepercayaan di sini sekaligus mewakili tingkat keberhasilan iklan atau kampanye online yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Iklan-iklan yang muncul di halaman pencarian atau search engine masih memiliki kredibilitas paling tinggi. Setidaknya 6 dari 10 orang yang melihat atau berinteraksi percaya dengan saluran ini. Konsumen Thailand memiliki tingkat kepercayaan tertinggi di Asia Tenggara dengan presentase 63%. Sementara Indonesia ada di posisi kedua dengan presentase 61% disusul Filipina dan Vietnam masing-masing dengan 56% dan 55%.

Setelah search engine, media sosial masih dianggap sebagai saluran iklan yang paling dipercaya bersama dengan video online. Kepercayaan konsumen tertinggi dipegang oleh Filipina dan Thailand dengan skor 56% sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan presentase 52%.

Apakah Digital Marketing Cocok untuk Semua Bisnis?

Digital marketing bisa digunakan untuk semua bisnis di semua sektor industri. Tidak peduli apapun produk yang Anda jual, pemasaran digital masih melibatkan proses membangun buyer persona untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda dan membuat konten yang sesuai. Hanya saja, bukan berarti semua bisnis bisa menerapkan strategi pemasaran digital yang sama.

  • Digital Marketing untuk B2B (Business to Business)

Jika perusahaan Anda adalah perusahaan B2B, upaya pemasaran digital yang Anda lakukan cenderung berpusat pada online lead generation di mana tujuan akhirnya adalah untuk membuat seseorang menemui tenaga penjualan Anda. Karena itu, peran strategi pemasaran Anda adalah untuk menarik dan mengonversi prospek dengan kualitas tertinggi untuk tenaga penjualan Anda melalui situs perusahaan.

  • Digital Marketing untuk B2C (Business to Customer)

Untuk perusahaan B2C, strategi pemasaran digital Anda bergantung pada titik harga produk yang dijual. Tujuan dari upaya pemasaran adalah untuk menarik sebanyak mungkin orang ke situs Anda dan menjadikan mereka pelanggan tanpa melibatkan seorang tenaga penjual.

Karena itu, alih-alih berfokus pada prospek, Anda harus lebih memerhatikan pengalaman belanja yang nyaman bagi para pelanggan dan calon pelanggan. Semua bisa dilakukan mulai dari saat seseorang membuka situs Anda hingga melakukan pembelian. Agar lebih efektif, Anda sebaiknya memanfaatkan CTA (Call to Action) yang lebih kuat untuk mengajak semua pengunjung situs Anda melakukan tindakan dengan membeli produk yang dijual.

Manfaat Digital Marketing untuk Individu

Digital marketing untuk individu lekat dengan personal branding. Personal branding sendiri adalah praktek yang dilakukan oleh seseorang untuk memasarkan diri, karir maupun skill mereka sebagai sebuah merek.

Menurut Wikipedia, personal branding sama dengan pengemasan diri. Hal ini melibatkan aset yang dimiliki oleh individu tersebut termasuk pakaian, penampilan fisik dan bidang pengetahuan dengan cara menampilkan sesuatu yang unik dan mengesankan dari orang tersebut.

Sederhananya, personal branding adalah upaya untuk membentuk persepsi tentang bagaimana publik melihat diri Anda. Orang-orang yang sebaiknya melakukan personal branding biasanya orang-orang dengan profesi tertentu seperti pengacara, trainer, motivator, pembawa acara dan lain sebagainya.

Personal branding tidak hanya bisa dilakukan dengan strategi digital marketing tapi juga bisa meningkatkan hasil dari digital marketing itu sendiri. Contohnya, Anda adalah seorang pengacara yang ingin melakukan personal branding sebagai seorang ahli di bidang kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Di saat yang sama, Anda juga ingin mempromosikan organisasi non-profit milik Anda yang bergerak di bidang perlindungan HAM. Ketika Anda berhasil mem-branding diri dengan baik, promosi untuk memperkenalkan organisasi Anda akan lebih mudah. Kenapa? Karena Anda sudah memiliki ‘nilai’ baik sendiri di mata publik sehingga apa yang berhubungan dengan diri Anda juga dianggap sama baiknya. Salah satu cara membangun personal branding dengan strategi digital marketing adalah dengan memanfaatkan media sosial.

Lantas, apa saja manfaat melakukan personal branding?

  1. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Dengan personal branding, Anda bisa fokus pada kekuatan yang Anda miliki. Tujuan dari personal branding ini adalah menunjukkan keunggulan dan ciri khas Anda dibanding yang lain. Anda tidak bisa ‘menjual diri’ Anda sebagai seorang desainer grafis kalau Anda tidak punya kepercayaan diri dan personal branding bisa membantu Anda mewujudkannya.

  1. Meningkatkan Kredibilitas dan Nilai Jual Anda

Jika Anda mampu ‘memasarkan’ diri Anda dengan baik dan orang-orang percaya dengan apa yang Anda tawarkan, ini dapat meningkatkan kredibilitas Anda. Jika teknik pemasaran digital dibarengi dengan skill yang mumpuni, Anda akan semakin dikenal di mata publik dan ini bisa meningkatkan nilai jual Anda.

  1. Memiliki Focus Audiens

Sama seperti memasarkan sebuah produk, memasarkan ‘diri’ juga harus tertarget. Jika sepatu sport ditujukan untuk para atlet atau orang-orang yang gemar berolahraga, maka skill Anda sebagai seorang desainer grafis haruslah ditawarkan pada orang-orang yang memerlukan pula. Personal branding akan membantu Anda menemukan focus audiens sehingga mempermudah Anda menawarkan apa yang ingin Anda jual. Dari focus audiens ini ada kemungkinan Anda akan menemukan konsumen loyal yang akan mendukung aktivitas/bisnis Anda.

  1. Memperluas Jaringan

Dunia digital memudahkan kita terhubung dengan siapa saja. Dengan melakukan personal branding di dunia maya, Anda berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi atau ketertarikan yang sama. Dari sana Anda juga bisa menemukan mentor atau orang-orang yang memiliki skill lebih dari Anda yang akan membantu mengembangkan potensi yang Anda punya. Pada akhirnya ini akan membantu meningkatkan nilai jual pribadi Anda.

  1. Membedakan Anda dengan Kompetitor

Personal branding merupakan salah satu cara untuk tampil berbeda dengan orang lain. Dengan begitu, audiens akan lebih mudah menemukan Anda. Mengapa audiens harus memilih Anda? Apa kelebihan yang Anda miliki dibanding yang lain? Apakah Anda punya sesuatu yang bernilai plus yang bisa ditawarkan?

Semakin berbeda Anda dengan kompetitor, semakin besar kemungkinan Anda memenangkan persaingan.

Digital marketing baik yang digunakan oleh perusahaan/bisnis atau individu pada dasarnya memiliki tujuan sama: membangun brand awareness yang nantinya akan menuntun audiens untuk memberikan respon pada promosi yang Anda buat. Respon tersebut tentu saja tergantung pada apa yang dikampanyekan. Mereka mungkin akan membeli produk, memakai jasa atau mendaftar untuk program yang ditawarkan.

Tren Digital Marketing 2020

Digital marketing terus mengalami perubahan dan perkembangan dari tahun ke tahun. Anda tidak bisa menggunakan metode yang sama dengan yang dilakukan orang 10 tahun lalu. Karena itu, mengetahui bagaimana dan ke mana tren akan bergerak sangat penting dalam memastikan efektivitas kampanye yang dibuat.

Untuk para pebisnis, setidaknya ada 10 tren digital marketing yang diprediksi akan semakin banyak digunakan. Apa saja?

  1. Chatbot

Chatbot atau mesin penjawab chat otomatis di website ini memang bukan teknologi yang benar-benar baru. Selama beberapa tahun ke belakang sudah banyak perusahaan yang menggunakan fitur ini untuk meminimalisir penggunaan tenaga administrator dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang sering diajukan pengunjung situs. Meski sudah dikenal, selama tahun 2020 ini diprediksi ada peningkatan sebesar 80% dari brandbrand yang menggunakan chatbot.

  1. Voice Search

Alih-alih melakukan pencarian dengan mengetik kata kunci, pencarian dengan menggunakan suara diprediksi akan semakin banyak digunakan tahun ini. Para pebisnis harus bisa memasukkan fitur ini sebagai bagian dari perencanaan pemasaran digital yang dilakukan jika tidak ingin ketinggalan zaman.

  1. Video Marketing

Saat ini ada semakin banyak platform yang mendukung video. Dengan membuat konten berupa video yang kreatif, sebuah bisnis dapat meningkatkan brand awareness sekaligus penjualan.

  1. Shoppable Post

Selama bertahun-tahun, digital marketer hanya bisa menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menarik orang-orang agar mengunjungi situs terkait dan berbelanja. Sekarang, semua tidak lagi seribet itu dengan adanya fitur shoppable post atau social commerce.

Social commerce merujuk pada aktivitas pembelian yang dilakukan langsung melalui halaman postingan di media sosial atau iklan yang dipasang di media sosial tanpa harus diarahkah ulang ke situs online perusahaan. Pelanggan tidak perlu menutup aplikasi media sosial dan berpindah ke situs atau e-commerce untuk membeli produk melainkan langsung menekan tombol beli di akun terkait.

Fitur shoppable post ini sebenarnya tidak benar-benar baru. Tapi semenjak Instagram mengaktifkan fitur ‘Checkout’ mereka di tahun 2019 lalu, penggunaan shoppable post semakin menarik perhatian baik untuk pengiklan maupun calon pembeli.

Lalu seberapa efektif digital marketing dengan menggunakan shoppable post ini? Setidaknya 54% orang-orang yang membuka media sosial menggunakannya untuk meriset produk yang akan dibeli. Penggunaan shoppable post akan mengurangi kerepotan calon pembeli sekaligus memudahkan pebisnis menjual langsung produknya dalam satu langkah.

  1. Direct Messaging

Selain pesan atau penawaran yang dipersonalisasi, mengirimkan pesan pribadi lewat WhatsApp, Facebook Messenger atau direct message Instagram dan Twitter kepada pelanggan atau calon pelanggan ternyata dianggap sebagai pendekatan personal yang bagus untuk pemasaran digital. Sebagai salah cara merampingkan penggunaan customer service dan membantu meningkatkan penjualan, fitur perpesanan langsung akan menjadi salah satu tren pemasaran digital terpanas di tahun 2020 ini.

Banyak brand sudah berhasil membuktikan bagaimana teknik direct messaging menjadi sarana yang efektif untuk menjalin hubungan. Baik menerima keluhan, menerima pesanan penjualan atau hanya sekadar menyapa.

  1. Menggunakan Jasa Micro-influencer

Meski memiliki banyak pro dan kontra, tapi pemasaran digital dengan memanfaatkan popularitas influencer sudah menjadi tren selama beberapa tahun ke belakang. Jika dulu banyak influencer yang bisa mempromosikan produk dengan bayaran free sampling produk, sekarang biaya yang harus digelontorkan pengiklan jauh lebih besar. Ada daftar harga tertentu yang sudah ditetapkan, apalagi jika influencer yang dimaksud sudah memiliki popularitas besar.

Daripada harus memperebutkan influencer papan atas yang banyak digunakan oleh perusahaan besar (dengan biaya yang pasti besar pula) cobalah jalin kerja sama dengan influencer skala kecil dan menengah atau yang lebih dikenal dengan istilah micro-influencer. Jika sebuah bisnis mampu memilih influencer yang paling sesuai dengan image perusahaan, tidak hanya dapat harga yang lebih murah, mereka juga akan mendapatkan engagement yang lebih tinggi dibanding influencer populer.

Berdasarkan data dari Adweek, micro-influencer yang dikategorikan dengan jumlah pengikut sekitar 30.000, memiliki engagement 60% lebih tinggi dan 6,7 kali lebih murah dari segi harga dibandingkan akun yang memiliki followers lebih banyak.

  1. Email Interaktif

Email masih menjadi salah satu cara digital marketing yang efektif hingga hari ini. ROI yang didapatkan oleh perusahaan yang menggunakan email untuk berpromosi nilainya mencapai 3.200% pada bulan Februari 2019 lalu. Hanya saja para ahli masih menganggap nilai ini stagnan.

Karena masih berpotensi besar, para pebisnis bisa melakukan sedikit pembaruan dengan mengganti iklan monoton penuh teks. Sebagai gantinya, sertakan foto dengan kualitas tinggi ditambah desain yang cantik. Email marketing di tahun 2020 akan tampil lebih dari sekadar pesan biasa melainkan satu halaman yang bisa berfungsi seperti website yang bisa di-klik dan digunakan untuk beragam interaksi.

  1. Analisis Sentimen

Mengetahui apa yang orang lain pikirkan tentang produk yang Anda jual adalah salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan. Lebih dari sekadar menggunakan tombol ‘suka’ atau ‘tidak suka’, pelanggan memiliki banyak area abu-abu yang seharusnya bisa dijelaskan secara lebih spesifik. Beberapa situs sudah menerapkan ini dengan cara menampilkan beberapa emoji yang mewakili beberapa respon dari pengunjung situs. Langkah ini disebut dengan analisis sentimen.

Analisis sentimen biasanya melibatkan alat pengumpul data dan algoritma untuk mengetahui tanggapan online orang-orang terhadap merek Anda dan mengevaluasinya. Sekali lagi, ini bukan tren pemasaran digital baru, tetapi teknologi baru membuatnya lebih populer daripada sebelumnya. Kemajuan dalam pemrosesan bahasa alami membuat komputer memahami makna di balik apa yang dikatakan manusia secara online, termasuk bahasa gaul dan emoji.

Alat analisis sentimen seperti Critical Mention, Repustate atau Lexalytics mengungkapkan apa yang orang pikirkan tentang merek Anda. Anda kemudian dapat menggunakan data itu untuk menyempurnakan tidak hanya produk Anda, tetapi juga strategi Anda untuk penjualan, pemasaran, media sosial dan konten.

  1. Promosi Terprogram

Sama seperti dengan analisis sentimen, jangan menggunakan tenaga manusia untuk melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh robot. Algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) dan mesin pembelajaran (learning machine) dirancang untuk membuat pekerjaan Anda lebih mudah, dan itu termasuk mengoptimalkan kampanye iklan online Anda lewat perangkat lunak seperti Adobe Marketing Cloud atau SmartyAds.

Penempatan iklan, pembelian media, pelacakan kinerja dan penargetan pelanggan semua dapat ditangani oleh perangkat lunak. Tidak hanya hasilnya cenderung lebih baik, tetapi prosesnya akan membebaskan Anda dari aktivitas yang kurang penting sehingga Anda bisa fokus pada hal lain. Ini merupakan otomatisasi terbaik.

  1. Vlogging

Dengan kesuksesan YouTube, Instagram Story, dan Snapchat, blog video atau vlogging menjadi lebih populer dari sebelumnya. Berbeda dengan jenis video lainnya seperti video penjelajah atau film pendek, vlog lebih bersifat pribadi dan langsung. Vloggers berbicara langsung kepada pemirsa (misalnya seperti yang dilakukan oleh PewDiePie), menciptakan koneksi yang lebih pribadi dan langsung. Ini jelas merupakan anugerah besar bagi pemasar yang berusaha menjalin hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan mereka.

Dengan meningkatnya penggunaan video untuk berpromosi, kita mungkin akan melihat lebih banyak kategori vlog yang muncul. Belajar membedakan antara satu konten dengan konten lainnya akan membantu sebuah bisnis untuk menggunakan teknik terbaik dalam pemasaran digitalnya.

  1. Memanfaatkan Media Sosial Sekunder

Baik Facebook, Twitter maupun Instagram masih tetap akan menjadi alat pemasaran yang bagus sepanjang 2020 ini. Namun belakangan kita mulai melihat pertumbuhan media sosial alternatif. Meski sekarang masih berstatus sebagai platform sekunder, dalam beberapa tahun ke depan Anda mungkin akan melihat pertumbuhan yang pesat.

Secara khusus platform seperti Snapchat, Pinterest dan Medium mulai menjadi favorit para marketer belakangan ini. Platform media sosial yang lebih baru dan kecil mungkin tidak akan memberikan jangkauan seluas media sosial raksasa. Tapi untuk Anda yang ingin menjual produk khusus, menggunakan platform khusus mungkin akan jauh lebih menjanjikan bagi bisnis Anda.

  1. Menggunakan Gaya Bahasa yang Sesuai untuk Gen Z

Meski masing-masing bisnis memiliki target pasar yang berbeda-beda, namun untuk Anda yang mengincar pasar generasi terbaru alias Gen Z, Anda harus paham bagaimana pendekatan terbaiknya. Gen Z sendiri adalah generasi yang lahir setelah pergantian abad dan kini memasuki usia 18 tahun. Mereka merupakan target pasar yang prospektif bagi sebagian besar bisnis. Beberapa sumber bahkan menyebut Gen Z akan mengisi 40% dari seluruh total konsumen di tahun 2020.

Membuat rencana pemasaran untuk Gen Z artinya Anda harus menyesuaikan kontennya. Pasar termuda ini kadang tampak aneh dan sulit dipahami. Terutama oleh digital marketer yang selama ini terbiasa memasarkan produk pada boomers atau generasi X.

Banyak digital marketer yang menangkap kesamaan antara Gen Z dan Milenial. Namun dalam beberapa tahun Gen Z akan menjadi generasi yang matang dan butuh lebih banyak teknik baru lagi untuk melakukan pendekatan pada mereka.

Contoh Ide Digital Marketing yang Layak Dicoba

Ada banyak saluran digital marketing yang tersedia. Ide-ide pemasaran pun jumlahnya tak terhitung. Yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan hasil terbaik adalah menemukan mana yang paling sesuai untuk produk dan brand Anda. Untuk bisa menentukannya, Anda bisa melakukan tes-tes sederhana lewat beberapa ide berikut ini!

  1. Menargetkan Pemilik Blog

Cara ini cukup banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produknya. Caranya temukan setidaknya 10 blog yang Anda anggap paling mewakili brand Anda. Kalau ada kesempatan, Anda bisa bertemu dengan blogger lokal di acara-acara tertentu di wilayah Anda. Beberapa di antara mereka biasanya mau mempromosikan produk Anda dengan memberikan produk yang bisa dihadiahkan kepada para pembacanya bisa berupa produk, suvenir atau voucher diskon.

Jika tidak menemukan blogger dengan kategori semacam ini, Anda bisa memilih kategori kedua yakni blogger yang menerima iklan dengan bayaran tertentu.

  1. Menggunakan SEM (Search Engine Marketing)

Search Engine Marketing merupakan salah satu teknik digital marketing yang banyak digunakan. Cobalah untuk membeli 4 iklan di Bing Ads atau Google Adwords (Bing biasanya menetapkan tarif lebih murah ketimbang Google). Iklan tersebut harus mengandung kata kunci yang Anda yakini bisa mendatangkan pelanggan setia untuk bisnis Anda. Gunakan kata kunci itu meskipun mungkin harganya lebih mahal dari kata kunci lain yang juga Anda incar. Dari iklan ini Anda biasanya akan menemukan data atau metrik tentang seberapa efektif promosi yang sudah dibuat.

  1. Memaksimalkan SMM (Social Media Marketing)

Coba kampanye yang ditawarkan oleh media sosial seperti Twitter dan Facebook. Kedua platform ini memiliki kemampuan penargetan yang bisa membuat iklan Anda lebih terarah. Misalnya saja, Anda ingin hanya orang-orang dengan rentang usia tertentu yang berjenis kelamin perempuan di kawasan X yang melihat iklan Anda. Ini akan membuat kampanye memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Anda dapat menggunakan konten berupa gambar yang berbeda di setiap iklan Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

  1. Memanfaatkan SEO (Search Engine Optimization)

Uji strategi SEO Anda dengan membuat halaman yang kaya konten. Mungkin produk Anda secara alami dapat menghasilkan data untuk halaman-halaman ini, atau mungkin Anda memiliki cukup data saat membuat dan meneliti produk Anda. Tautkan ke halaman baru ini langsung dari halaman beranda Anda, karena itu akan memberi mereka peringkat tertinggi di mesin pencari. Biarkan orang-orang yang relevan tahu tentang konten Anda dan lihat apakah mereka akan mempostingnya kembali dengan tautan kembali ke sumber asli.

SEO sebenarnya adalah sesuatu yang sangat kompleks. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menggunakannya sebagai metode pemasaran digital Anda, hubungi tenaga ahli yang lebih paham agar mereka dapat merencanakan strategi yang tepat untuk Anda.

  1. Menggunakan Content Marketing

Buat blog perusahaan kemudian posting satu tulisan selama sebulan. Promosikan postingan Anda itu di media sosial dan situs berbagi tautan lainnya. Jika Anda melihat ada pertumbuhan dan konversi audiens yang signifikan, tambah jumlah postingan Anda dan lakukan selama beberapa bulan berikutnya. Jangan lupa nyalakan kolom komentar untuk melibatkan pembaca dengan apa yang Anda buat.

Agar hasilnya lebih maksimal, cobalah untuk menulis postingan yang kontroversial atau mengejutkan. Idealnya dengan menggunakan data baru yang telah Anda teliti dan belum dibahas oleh orang lain. Anda juga bisa melakukan kerja sama dengan blog lain untuk memuat postingan sejenis.

  1. Viral Marketing

Langkah pertama untuk membuat kampanye yang viral adalah dengan mengetahui target audiens Anda dan di platform mana Anda bisa menemukan mereka. Tidak ada konten yang menjadi viral dengan sendirinya. Anda perlu mengirimkan pesan yang tepat kepada orang yang tepat. Anda perlu membuat orang tertarik dengan konten Anda agar mereka mau berbagi dengan orang lain.

Salah satu konten promosi yang paling mudah viral adalah konten berupa video. Kunci untuk membuat video yang viral adalah menampilkan sesuatu yang mengejutkan, mudah diingat dan lucu.

  1. Program Afiliasi

Daftarkan produk Anda ke jaringan penyedia program afiliasi yang paling relevan. Rekrut 20 afiliasi dari program ini dan berikan mereka struktur pembayaran yang sederhana dan menarik. Hubungi setiap afiliasi secara pribadi agar Anda bisa mengarahkan secara pribadi bagaimana mereka bisa menjual produk Anda. Ini akan membantu mereka menjual produk secara lebih efektif.

Jika tidak ingin menggunakan jaringan penyedia program afiliasi, hubungi pelanggan loyal Anda. Lakukan penawaran afiliasi dengan mereka sehingga mereka bisa terhubung ke calon pelanggan lain dan membantu mempromosikan produk yang Anda jual.

Contoh Sukses Digital Marketing Brand Top Indonesia

Tidak ada hal yang lebih meyakinkan selain melihat sendiri bagaimana kesuksesan brandbrand yang ada di Indonesia dalam melakukan pemasaran secara digital. Ada 3 brand yang dianggap memiliki strategi pemasaran digital paling baik yakni:

  1. Eiger

Brand pakaian outdoor ini memang termasuk salah satu perusahaan lokal yang paling populer di ranahnya. Pada acara penghargaan Indonesia Content Marketing Award (ICMA) 2018 berhasil menyabet piala untuk dua kategori sekaligus yakni “The Best Content Marketing Implementation in Apparel Category” dan “The Best Content Marketing Implementation of The Year”. Ini berhasil dicapai Eiger karena penggunaan content marketing yang mereka ciptakan dalam pemasaran produk.

Eiger mendapatkan penghargaan tersebut karena konten yang mereka sajikan bukan hanya tentang berjualan produk. Dengan menggunakan beragam platform termasuk situs pribadi mereka di eigeradventurenews.com, microsite theblackborneoexpedition.com dan media sosial lainnya, mereka berhasil menargetkan audiens dengan tepat sasaran.

Salah satu konten yang paling banyak diminati adalah edukasi Eiger tentang kegiatan outdoor. Informasi yang bermanfaat secara umum namun diselipi promosi produk ini telah berhasil menjadi senjata digital Eiger dalam pemasaran.

  1. Pocari Sweat

Di ajang yang sama, merek minuman asal Jepang ini juga berhasil meraih penghargaan yang tidak kalah prestisius terkait dengan kemampuan kampanye mereka yang  selalu unik. Diganjar sebagai The Best Content Marketing Implementation in Beverages Industry”, rekam jejak content marketing Pocari Sweat sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun 2015.

Lewat sebuah video interaktif lengkap dengan storytelling yang menarik, Pocari Sweat menyampaikan edukasi tentang pentingnya menjaga ION tubuh selama berpuasa. Di tahun 2018, Pocari Sweat kembali hadir dengan  konsep baru yakni Sweat Dance Cover Competition. Tidak sekadar mempromosikan produk, Pocari Sweat juga mengajak audiens untuk mengenal lebih jauh tentang bisnis mereka dan membentuk kepercayaan pelanggan dari sana.

  1. Royco

Brand bumbu masak ini juga berhasil meraih penghargaan “The Best Content Marketing Implementation in Food Industry”di ajang yang sama. Menargetkan wanita dan ibu rumah tangga yang juga jadi pangsa pasar utama mereka, Royco menciptakan konten menarik berupa video demo hingga tips dan trik memasak. Dari video-video yang mereka rilis inilah mereka membentuk branding sendiri yang membuat produknya jadi semakin dikenal.

Dengan memberikan konten bermanfaat, citra Royco sebagai brand terpercaya juga mulai terbentuk. Ini merupakan salah satu langkah cerdas dalam digital marketing, alih-alih hanya menjual produk ‘mentah-mentah’.

Contoh Sukses Digital Marketing Brand Top Dunia

Pemasaran digital skala dunia tentu tidak kalah hebat dengan yang dilakukan oleh brand-brand lokal. Simak beberapa contoh yang paling berhasil berikut ini!

  1. Heineken

Salah satu merek minuman beralkohol dunia ini menggunakan cara yang menarik untuk bercerita. Alih-alih menggunakan narasi satu orang saja, brand ini memanfaatkan isu politik yang sedang berkembang untuk membawa orang-orang dari latar belakang yang berbeda berkumpul bersama.

Video promosi yang mereka buat ditonton lebih dari 17 juta orang dan dibagikan lebih dari 138.00 kali dengan 324.000 engagement di Facebook. Dari 22.00 Tweet yang dikirimkan terkait brand tersebut 85% adalah Tweet positif. Heineken juga menerima banyak publisitas dan muncul di lebih dari 625 artikel majalah, menambah daftar kesuksesan kampanye yang mereka buat.

  1. ASOS

ASOS membuat kampanye #AsSeenOnMe di Instagram yang mendorong pelanggan untuk memposting gambar diri mereka mengenakan pakaian ASOS. Ini tidak hanya membuat orang-orang memamerkan produk tetapi juga cara terbaik untuk mendorong konten yang dibuat pengguna atau user-generated content (UGC).

Konten buatan pengguna (UGC) ini sangat jenius karena sifatnya abadi, gratis, dan juga mampu mempromosikan merek melalui apresiasi pelanggannya sendiri. Keberadaan tagar atau hashtag memudahkan ASOS untuk berbagi postingan tersebut di feed Instagram ASOS. Perusahaan mengambil dua langkah lebih jauh dengan menambahkan deskripsi dan nomor produk ke postingan serta menyediakan halaman #AsSeenOnMe khusus di situs webnya sehingga orang dapat mengklik dan menemukan produk untuk dibeli.

  1. Wholesome Culture

Menggunakan kepentingan umum pelanggan Anda untuk menghasilkan konten untuk kampanye digital Anda memungkinkan Anda menonjol dalam industri yang kompetitif. Itulah pendekatan yang digunakan oleh Wholesome Culture, merek fashion yang berspesialisasi dalam cruelty-free clothing (pakaian yang tidak menggunakan hewan sebagai bahan). Mereka menggunakan makanan nabati dan pesan ramah lingkungan dalam konten, karena itu adalah sesuatu juga pasti menjadi perhatian para pelanggan mereka.

Wholesome Culture membuat konten dengan beberapa strategi yang berhasil, termasuk referensi budaya pop dan meme. Meme itu membantu mereka mendapatkan momentum, sehingga mereka dapat memperkenalkan produk-produk mereka melalui konten tersebut. Semua pesan, termasuk meme, selalu membawa pesan cruelty-free (himbauan untuk tidak menyakiti hewan) untuk membantu meningkatkan perhatian dan minat pelanggan terhadap brand dan konsep yang mereka usung.

Dari beberapa contoh brand yang berhasil dengan digital marketing di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa promosi juga bisa dilakukan dengan cara yang tidak langsung. Audiens memiliki beragam ketertarikan dan memanfaatkan ketertarikan mereka untuk membeli produk kita dengan konten-konten yang kreatif bisa menjadi cara jenius untuk sukses dalam digital marketing seperti perusahaan-perusahaan di atas.

Mengapa Harus Digital Marketing?

Digital marketing adalah salah satu cara promosi yang tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan kecil yang belum memiliki modal besar untuk beriklan, juga bisa memanfaatkan digital marketing. Lantas, kenapa harus digital marketing?

Pelanggan potensial yang akan Anda temukan secara online jumlahnya sudah pasti jauh lebih besar daripada yang benar-benar bisa Anda jangkau secara offline. Dengan menggunakan digital marketing, Anda bisa menarik lebih banyak audiens dengan biaya yang hemat dan hasil yang terukur.

Beberapa manfaat lain dari digital marketing antara lain adalah:

  • Kemampuan untuk berinteraksi dengan pelanggan prospektif Anda dan mempelajari apa yang mereka cari
  • Kemampuan untuk mencapai pasar global
  • Anda dapat menghemat uang dan menjangkau lebih banyak pelanggan dengan uang lebih sedikit daripada metode pemasaran tradisional
  • Kenali audiens Anda dan biarkan mereka mengenal Anda secara pribadi karena ini dapat membantu menciptakan loyalitas merek
  • Anda bisa langsung mengetahui bagaimana respon audiens terhadap upaya pemasaran Anda segera.

Lantas, kenapa harus memilih digital marketing?

  1. Pelanggan Potensial Anda Dapat Ditemukan Secara Online

Jika Anda masih menunda-nunda untuk membuat perencanaan digital marketing hanya karena merasa belum siap, perlu diingat bahwa pelanggan dan calon pelanggan Anda sudah menggunakan internet sekarang. Mereka dapat ditemukan secara online.

Ketika seseorang merasa tertarik dengan bisnis Anda, entah karena tertarik pada produk Anda secara umum atau penasaran dengan brand Anda, yang pertama kali akan mereka lakukan adalah melakukan riset secara online.

Saat melakukan pencarian, mereka berharap bisa menemukan situs atau media sosial yang bisa menjadi sumber informasi. Beberapa review terkait produk yang Anda jual juga bisa menjadi referensi bagi mereka sebelum memutuskan untuk membeli atau memakai jasa Anda.

  1. Kompetitor Anda Juga Dapat Ditemukan Secara Online

Agar bisnis Anda berhasil, Anda perlu memperhatikan apa yang dilakukan pesaing Anda dan belajar darinya. Pesaing bukan hanya orang yang ingin Anda kalahkan, tapi juga seseorang yang bisa jadi tempat belajar bagi Anda.

Dengan melihat apa yang dilakukan oleh kompetitor secara online, Anda bisa mendapatkan gagasan tentang strategi apa yang berhasil dan apa yang tidak. Jika mereka memiliki situs pribadi, lihat apa konten apa yang mereka gunakan. Apakah mereka memanfaatkan postingan blog? Gambar grafik atau justru video?

Bagaimana cara mereka mempromosikan merek mereka dan apa yang membuat mereka unik? Seberapa baik komunikasi mereka dengan audiens? Dengan melihat apa yang mereka lakukan Anda bisa menilai apakah Anda bisa membuat sesuatu yang lebih baik? Jika tidak, maka artinya Anda tidak siap bersaing di dunia digital dengan kompetitor Anda.

  1. Jadikan Bisnis Anda Mudah Diakses

Di zaman yang serba digital, orang-orang akan melakukan pencarian online terlebih dahulu sebelum membeli produk yang mereka butuhkan. Jika Anda tidak bisa ditemukan secara online, maka Anda tidak akan bisa berkompetisi.

Jika Anda bisa ditemukan di internet namun kompetitor Anda lebih mudah lagi ditemukan, Anda lagi-lagi tidak akan bisa berkompetisi. Digital marketing bukan hanya tentang membuat website tapi membuat strategi bagaimana agar website Anda mudah ditemukan.

Selain memudahkan calon pelanggan menemukan Anda di internet, pastikan mereka bisa mengakses bisnis Anda dengan mudah. Termasuk mengetahui di mana lokasi bisnis Anda, kapan jam operasional Anda dan apa yang menjadi spesialisasi usaha Anda. Dengan menemukan semua informasi tersebut di website Anda, pelanggan bisa membandingkan harga, jarak dari lokasi mereka dan penawaran yang Anda berikan.

  1. Memungkinkan Pelanggan Menemukan Anda

Berbicara tentang digital marketing adalah berbicara tentang cara bagaimana membuat bisnis Anda dapat diakses oleh orang-orang yang ingin Anda jangkau untuk menawarkan produk dan layanan. Lewat digital marketing, ruang lingkup bisnis Anda dapat menjangkau jauh melampaui dugaan Anda.

Dengan menciptakan web presence, bisnis Anda bahkan bisa tetap beroperasi meski bukan di jam operasional. Anda bisa menciptakan atmosfer di mana pelanggan bisa datang kepada Anda kapan saja.

  1. Memungkinkan Anda Mengenal Audiens Target Anda

Digital marketing memungkinkan Anda terhubung dengan pelanggan potensial. Secara bertahap, Anda dapat mengenali mereka dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Di media sosial atau di blog Anda dapat memulai percakapan. Jalankan survei atau cobalah untuk mengenal mereka. Perhatikan komentar atau tanggapan mereka terhadap survei.

Dengan berinteraksi secara digital, Anda dapat mulai mengetahui apa yang dicari oleh pelanggan potensial Anda. Apa masalah yang mereka hadapi? Apa yang membuat mereka terjaga di malam hari? Solusi apa yang dapat Anda tawarkan kepada mereka? Alih-alih mencoba menebak, pemasaran digital memungkinkan Anda menggunakan alat dan metode yang tepat untuk mencari tahu siapa pelanggan Anda sebenarnya.

Leave a Comment

Ready to start your project with us?