Web Hosting

Web Hosting

Layanan web hosting merupakan suatu tipe layanan Internet hosting yang memungkinkan setiap individu, organisasi maupun perusahaan membuat situs website mereka dengan menempatkan informasi pada internet berupa FTP, EMAIL, HTTP atau DNS yang dapat diakses melalui World Wide Website.

Apabila dianalogikan, website bagaikan sebuah bangunan dan hosting bagaikan sepetak tanah. Sedangkan domain bagaikan alamat bagi sepetak tanah dan bangunan tersebut. Hosting pada umumnya terdiri dari satu server maupun gabungan server-server dan terhubung dengan suatu jaringan internet yang mempunyai kecepatan tinggi.

Sejarah

Hingga tahun 1991, jaringan Internet dibatasi hanya untuk penggunaan penelitian serta pendidikan sains dan teknik. Selain itu, pada masa lalu internet hanya dapat digunakan untuk lalu lintas email, USENET, telnet, dan FTP tetapi hanya sejumlah kecil halaman website. Protokol World Wide Website pada masa itu baru saja ditulis.

Hingga akhir tahun 1993 hadir web browser grafis untuk komputer Mac atau Windows. Bahkan setelah ada beberapa pembukaan akses internet, situasinya menjadi membingungkan hingga tahun 1995. Untuk menghosting situs website di internet, individu, organisasi maupun perusahaan akan membutuhkan server mereka sendiri.

Disebabkan tidak semua individu, organisasi maupun perusahaan memiliki anggaran atau keahlian untuk melakukan hal tersebut, maka layanan web hosting hadir dan mulai menawarkan untuk meng-host situs website para pengguna di server milik penyedia web hosting. Dengan demikian para klien akan lebih mudah tanpa harus memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk mengoperasikan situs web.

Pemilik situs web, juga disebut webmaster akan dapat membuat situs web yang akan di-host di server layanan web hosting dan dipublikasikan ke web oleh layanan web hosting. Seiring dengan jumlah pengguna di World Wide Web yang meningkatkan, hal ini menimbulkan tekanan bagi perusahaan Web hosting. Di tahun 1995, perusahaan seperti GeoCities, Tripod dan Angelfire menawarkan hosting bebas bayar (gratis).

Klasifikasi

Untuk klasifikasinya, terdapat dua klasifikasi. Berikut sedikit penjelasan :

1. Layanan hosting yang lebih kecil (Smaller Hosting)

Yang paling mendasar dari halaman website dan hosting file berskala kecil dimana tempat file dapat diunggah melalui FTP (File Transfer Protocol) atau antarmuka Web. File biasanya dikirimkan ke Website “sebagaimana adanya” atau dengan pemrosesan minimal. Banyak penyedia layanan Internet (ISP) menawarkan layanan ini secara gratis kepada para pelanggannya.

Semua individu, organisasi maupun perusahaan juga dapat memperoleh hosting halaman web dari penyedia layanan alternatif. Layanan hosting web gratis ditawarkan dengan layanan yang terbatas, kadang kala didukung atau disisipkan iklan, dan seringkali fasilitas terbatas jika dibandingkan dengan hosting berbayar.

Satu halaman hosting umumnya cukup untuk halaman web pribadi. Situs web hosting yang sekedar digunakan untuk pribadi biasanya gratis, disponsori iklan, atau bisa pula memilih yang berbayar namun tidak mahal. Sedangkan situs web hosting bisnis sering kali memiliki biaya lebih mahal tergantung pada ukuran dan jenis situsnya.

2. Layanan hosting yang lebih besar

Banyak perusahaan besar yang bukan penyedia layanan Internet perlu terhubung secara permanen ke website untuk mengirim email, file, dan sebagainya. Perusahaan menggunakan sebuah situs web hosting untuk memberikan rincian barang dan layanan serta menjelaskan fasilitas yang mereka berikan kepada klien untuk secara online.

Sebuah situs yang kompleks memerlukan paket yang lebih komprehensif sehingga mampu menyediakan dukungan basis data dan platform pengembangan aplikasi (misalnya ColdFusion, Java EE, ASP.NET, Perl / Plack, Ruby on Rails atau PHP).

Fasilitas ini memungkinkan para pelanggan untuk menulis atau memasang skrip dalam aplikasi seperti forum dan manajemen konten. Juga terdapat SSL (Secure Sockets Layer) yang biasanya digunakan untuk situs website yang menginginkan agar data yang terkirim lebih aman.

Jenis Hosting

Sebuah tipe server yang khas bagaikan “rak” yang biasa terlihat di pusat colocation. Oleh karena itu, Ada beberapa jenis layanan hosting yaitu :

1. Layanan hosting website bersama (Shared Web hosting)

Dengan memilih layanan ini maka situs website milik seseorang akan ditempatkan pada server yang sama dengan banyak situs lainnya, mulai dari beberapa situs saja hingga ratusan situs website lain.

Biasanya, semua domain dapat berbagi kumpulan sumber daya server umum, seperti RAM dan CPU. Fitur-fitur yang tersedia dengan layanan jenis ini bisa sangat mendasar dan tidak fleksibel dalam hal software (perangkat lunak) maupun dalam hal pembaruan.

2. Hosting web reseller (Reseller web hosting)

Dengan memilih layanan ini maka memungkinkan klien untuk menjadi web host sendiri. Reseller dapat memfungsikan untuk individual domain, di bawah kombinasi apapun dari jenis hosting yang terdaftar, dan tergantung pada siapa yang berafiliasi sebagai Reseller.

Akun Reseller dapat sangat bervariasi ukurannya, memungkinkan juga memiliki server khusus virtual untuk mereka sendiri ke server yang di-colocated. Banyak reseller memberikan layanan yang hampir sama ke paket hosting milik penyedia mereka dan memberikan dukungan teknis sendiri.

3. Virtual Dedicated Server

Layanan ini juga dikenal sebagai VPS (Virtual Private Server). Layanan ini akan membagi sumber daya server ke server virtual, di mana sumber daya dapat dialokasikan ke sebuah jalur yang tidak secara langsung mencerminkan hardware yang mendasarinya.

VPS akan sering mengalokasikan sumber daya dari satu server ke banyak VPS jaringannya, tetapi virtualisasi dapat dilakukan karena sejumlah alasan, termasuk kemampuan memindahkan VPS container antar server-server.

Para user memungkinkan untuk memiliki akses root sendiri ke ruang virtual. Para pelanggan kadang-kadang harus bertanggung jawab untuk patching dan maintaining server (bagi server yang tidak dikelola) atau penyedia VPS dapat menyediakan petugas admin server untuk pelanggan.

4. Layanan hosting khusus (Dedicated Hosting)

Para pengguna/user akan mendapatkan server Web milik sendiri dan mendapatkan kontrol penuh, seperti user memiliki akses root untuk akses Linux / administrator untuk Windows). Namun, user biasanya tidak memiliki server.

Salah satu jenis hosting khusus yakni self-managed atau unmanaged. Ini biasanya paling murah untuk rencana khusus. User memiliki akses administratif penuh ke server, yang berarti harus bertanggung jawab atas keamanan dan pemeliharaan servernya sendiri.

5. Layanan hosting terkelola

Pengguna/user bisa mendapatkan server Web milik sendiri tetapi tidak diizinkan untuk mengontrolnya secara penuh (tidak dapat akses root untuk akses Linux / administrator untuk Windows); namun, mereka diizinkan untuk mengelola data mereka melalui FTP atau alat manajemen jarak jauh lainnya.

Pengguna/user dilarang mengontrol penuh sehingga penyedia dapat menjamin kualitas layanan dan tidak mengizinkan user memodifikasi server maupun melakukan hal-hal yang berpotensi membuat masalah konfigurasi. User biasanya tidak memiliki server tetapi server disewakan.

6. Layanan web hosting colocation

Hampir serupa dengan layanan hosting web khusus, tetapi user dengan layanan ini memiliki server colo. Ini adalah jenis layanan hosting web yang paling kuat dan mahal. Dalam kebanyakan kasus, penyedia colocation mungkin memberikan sedikit atau tidak ada dukungan langsung untuk mesin klien mereka, hanya menyediakan listrik, akses Internet, dan fasilitas penyimpanan untuk server.

Dalam kebanyakan kasus untuk colo, klien akan meminta administratornya mengunjungi pusat data di situs, untuk melakukan upgrade atau perubahan hardware. Sebelumnya, banyak penyedia colocation akan menerima konfigurasi sistem untuk hosting, bahkan yang ditempatkan dalam kasus minitower bergaya desktop, tetapi sebagian besar host sekarang memerlukan rack mount enclosures dan konfigurasi sistem standar.

7. Hosting cloud

Ini adalah jenis layanan baru dari platform hosting yang memungkinkan para pelanggannya lebih powerful dan scalable serta berdasarkan cluster server load-balanced dan penagihan utilitas sehingga hosting dapat diandalkan. Situs website dengan layanan hosting cloud memungkinkan untuk menjadi lebih andal daripada alternatif layanan lain karena cloud dapat mengimbangi ketika satu hardwares mati.

Selain itu, gangguan listrik lokal atau bahkan bencana alam tidak terlalu bermasalah untuk situs yang berada dalam layanan hosting cloud, karena hosting cloud terdesentralisasi. Hosting Cloud juga memungkinkan penyedia untuk melakukan charge untuk sumber daya yang dikonsumsi oleh user.

8. Hosting terkotak-kotak (Clustered hosting)

Layanan ini memiliki beberapa hosting server yang mana memiliki kesamaan konten untuk pemanfaatan sumber daya yang lebih baik. Clustered servers adalah solusi sempurna untuk hosting dengan ketersediaan tinggi. Selain itu, dapat membuat solusi web hosting yang skalabel.

Sebuah cluster dapat memisahkan layanan web dari kemampuan hosting basis data. Web hosting yang menggunakan Clustered hosting biasanya untuk paket hosting bersama, karena ada beberapa fasilitas untuk mengelola klien secara massal.

9. Hosting jaringan (Grid hosting)

Layanan ini dalam bentuk hosting terdistribusi yakni Clustered servers bertindak seperti sebuah grid dan terdiri dari beberapa node.

10. Home server

Biasanya satu mesin ditempatkan ditempatkan di tempat pribadi seperti rumah sehingga dapat digunakan satu host maupun lebih untuk situs web. Beberapa ISP secara aktif berusaha memblokir home server dengan menolak permintaan masuk ke port TCP 80 dari koneksi user dan dengan menolak memberikan alamat IP statis.

Cara umum untuk mendapatkan nama host DNS yang andal adalah dengan membuat akun dengan layanan DNS dinamis. Layanan DNS dinamis akan secara otomatis mengubah alamat IP yang ditunjukkan oleh URL ketika alamat IP berubah.

Kriteria Colocation Server Data Center

Suatu data center mempunyai standard yang wajib dipenuhi agar layak memberi layanan dan bisa disebut sebagai data center, mulai dari standard ISO hingga standard dari sertifikasi Tier Uptime Institute. Berikut ini kriteria yang wajib di miliki data center:

  1. Tingkat Pengamanan tinggi 24 jam dan termasuk menggunakan kamera CCTV dan biometrik
  2. Pencegahan Kebakaran sesuai standard
  3. Tenaga cadangan listrik
  4. Personal IT 24 jam
  5. Lokasi bebas bencana seperti longsor, banjir, dan kerusuhan
  6. Sistem pengatur tingkat suhu ruangan
  7. Koneksi jaringan netral beberapa telekomunikasi operator sehingga bisa lebih fleksibel untuk memilih jaringan internet agar tidak diharuskan memindahkan server.
  8. Sistem monitoring selalu diperbaharui dan memadai

Keamanan

Karena layanan web hosting akan menghosting situs web milik para pelanggan, maka keamanan online menjadi masalah yang penting. Tingkat keamanan yang ditawarkan oleh layanan web hosting sangat penting bagi calon pelanggan dan dapat menjadi pertimbangan utama ketika hendak memilih jasa penyedia mana yang akan dipilih.
Server hosting dapat diserang oleh pengguna jahat, termasuk dengan cara mengunggah malware atau kode jahat ke situs web. Serangan jahat ini dapat dilakukan karena berbagai alasan, termasuk untuk mencuri data kartu kredit. Oleh karena itu penting sistem keamanan meluncurkan DDoS (Serangan Penyangkalan Layanan Terdistribusi).

Share this post

Facebook
Twitter
Print
Email