Punya Bisnis Online? Terapkan Sales Funnels untuk Menjemput Kesuksesan
Punya Bisnis Online? Terapkan Sales Funnels untuk Menjemput Kesuksesan

Punya Bisnis Online? Terapkan Sales Funnels untuk Menjemput Kesuksesan

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print

Dalam dunia marketing ada istilah sales funnels. Sales funnels merupakan sebuah kunci dalam mengelola, mengukur, memperbaiki, dan meramalkan proses penjualan yang bertujuan untuk dapat melakukan transaksi dengan pelanggan.

Secara sederhana, sales funnel adalah sebuah rangkaian panjang dari strategi yang bertujuan untuk membawa pelanggan melakukan transaksi. Proses penjualan dapat terwujud apabila calon pelanggan telah menyadari jika mereka membutuhkan suatu produk atau jasa dan berakhir dengan melakukan pembelian.

Sales funnel merupakan sebuah proses yang panjang dan sangat prosedural. Sebagai pelaku bisnis, Anda harus melakukan strategi ini selangkah demi selangkah dan berulang-ulang.

Cara Sukses Menerapkan Sales Funnels

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam strategi sales funnels. Tahapan tersebut di antaranya akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Lakukan Prospek

    Melakukan prospek merupakan tahapan awal yang harus dilakukan. Anda harus mencari data atau melakukan riset dari berbagai sumber untuk menarik calon pelanggan melirik produk yang Anda tawarkan. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mencari target pasar.

    Proses ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Untuk bisnis online, Anda bisa memanfaatkan beberapa tools seperti Faebook Ads, Google Adwords, hingga blogging. Anda juga dapat terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui apa saja kebutuhan dari target pasar.

  2. Terapkan Kualifikasi

    Tahap kualifikasi merupakan proses penyaringan calon konsumen. Anda akan mendapatkan konsumen yang benar-benar memiliki keinginan dan mampu membeli produk tersebut.

    Seluruh data yang didapatkan dari email, nomor telefon, atau traffic dapat difilter. Caranya bisa dengan mencantumkan harga pada website atau media sosial yang digunakan untuk menjual produk. Dengan begitu, calon pelanggan akan terseleksi dengan sendirinya. Bagi pelanggan yang berminat, mereka akan menghubungi Anda.

  3. Buat proposal

    Tahap ini merupakan proses pembuatan penawaran atau iklan yang bisa menjadi daya tarik. Salah satu caranya adalah menggunakan teknik copywriting yang menarik.

    Ada baiknya untuk tidak menuliskan sesuatu yang hard selling. Buatlah pelanggan memang merasa tertarik dan membutuhkan produk yang ditawarkan.

  4. Call To Action

    Call to action merupakan tahap terakhir dalam proses penawaran produk. Setelah calon pelanggan tertarik dengan semua tahapan di atas, mereka akan menentukan apakah akan melakukan pembelian atau tidak.

    Kalaupun belum membeli, jangan khawatir, yang penting adalah calon pelanggan sudah menjadi leads Ansa. Mereka sudah mendapatkan dan menerima edukasi dari produk Anda. Anda bisa melakukan follow up di lain kesempatan karena sudah memiliki kontak mereka.

  5. Repeat Order

    Repeat order atau melakukan pembelian ulang adalah tujuan akhir dari strategi sales funnel. Jika Anda bisa menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, mereka berpotensi untuk melakukan pembelian terus menerus karena merasa membutuhkan produk yang Anda tawarkan.

  6. Manfaatkan online tools

    Ada begitu banyak online tools yang bisa dimanfaatkan salam sales tunnels. Salah satunya adalah Google Analytics. Dalam tools yang satu ini, Anda bisa mencari tahu target pasar, analisa iklan paling laris di situs/media sosial Anda, dan sebagainya. Hal tersebut dapat menjadi pegangan untuk membuat strategi penjualan selanjutnya.

    Dalam fase pemasaran, Google Analytics dapat membantu mendapatkan prediksi volume penjualan.

  7. Jalin Komunikasi

    Kesalahan besar yang sering dilakukan setelah penjualan goal adalah enggan berkomunikasi seintens dan sebaik dulu dengan pelanggan. Padahal, menjalin hubungan baik dengan pelanggan itu penting. Kesempatan penjualan lain bisa terbuka dari satu pelanggan dan melewatkannya tentu adalah hal yang sangat merugikan.

  8. Hindari Hard-Selling yang Vulgar

    Karena strategi ini bertahap dan prosedural, Anda harus sabar dan teliti dalam menjalani setiap tahapannya. Banyak orang yang gagal dalam menerapkan sales funnels karena terlalu terburu-buru.

    Salah satu yang sering dilakukan adalah kecenderungan penjual yang langsung membujuk calon konsumen untuk membeli produknya tanpa adanya pengenalan atau edukasi terlebih dahulu. Hal ini dapat membuat calon pelanggan kabur sebelum benar-benar melakukan pembelian.

    Untuk menghindari masalah seperti ini, Anda bisa menggunakan jasa dari SAB Digital Agency yang akan membantu dalam menerapkan strategi sales funnels ini. Dapatkan berbagai kunci sales funnels terbaik yang terlihat natural di hadapan pelanggan. Nah, kapan Anda mau mulai?

Leave a Comment

Ready to start your project with us?