6 Strategi dan Tren Media Sosial di 2020 | SAB

6 Strategi dan Tren Media Sosial di 2020

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print

Bicara media sosial dalam kacamata bisnis, sama dengan membahas tentang digital marketing. Tren media ini pun begitu dinamis, strategi yang ampuh dipakai pada tiga bulan lalu dan hari ini bisa menciptakan hasil berbeda.
Perubahan kebiasaan, naik turun popularitas platform tertentu, dan kemunculan platform baru, ketiganya berdampak pada bagaimana orang menggunakan dan merespons social media marketing. Hal ini juga membawa perubahan strategi yang perlu diterapkan para pemasar untuk menjaga bisnisnya.
Sebagai pemasar, Anda harus jeli membaca tren pasar dalam meramu strategi marketing yang mumpuni. Yuk, simak 6 tren media sosial di tahun 2020 berikut strategi pemasaran yang bisa dilakukan.

Detoks digital

detoks digital pikiran sehat
Detoks digital belakangan menjadi tren. Banyak orang memilih untuk “menghilang” dari hiruk pikuk dunia maya dengan menghapus akun, profil, dan uninstall aplikasi jejaring sosial. Merasa kewalahan dengan kehadiran jejaring sosial, bagaimana isi feed atau timeline berpengaruh pada kesehatan mental merupakan alasan utama orang melakukan detoks digital.
Sebagai pemasar digital, Anda perlu strategi ini: jangan mengandalkan strategi pemasaran Anda pada jejaring sosial semata. Benar bahwa pemasaran lewat Facebook atau Instagram lebih sesuai bujet, tetapi pertimbangkan juga strategi lainnya, seperti email marketing dan search engine marketing. Kemudian, evaluasi juga penggunaan jejaring sosial bisnis Anda terkait efektivitas pemasaran yang telah dilakukan selama ini.

Membangun komunitas media sosial

komunitas digital sehobi setipe
Bagaimana sebuah bisnis bisa menjaga keterlibatan audiens mereka dalam lingkup jejaring sosial menjadi isu penting berikutnya. Interaksi antara Anda sebagai pemilik bisnis dan audiens bukan sekadar tombol “like” dan “share” saja. Ribuan atau jutaan pengikut akun bisnis Anda perlu sesuatu yang lebih personal dan mengikat, yaitu membangun komunitas yang berisi sesama pelanggan loyal bisnis Anda.
Setelah komunitas terbentuk, Anda harus terus konsisten menyuplai konten yang mendorong mereka aktif terlibat, sehingga membuat mereka merasa sebagai bagian komunitas bisnis Anda. Hal ini akan mendorong audiens tetap terlibat dengan bisnis Anda, sekaligus membawa prospek baru pada calon pelanggan lain.

Influencers dan media sosial marketing mulut ke mulut

Tren influencers masih tinggi, tetapi segmentasinya akan bergeser. Daripada menggunakan influencers besar dan ternama, micro-influencers atau nano-influencers dengan jumlah pengikut kurang dari 10.000 orang justru jadi incaran pemilik bisnis. Micro-influencers cenderung memiliki hubungan lebih dekat dengan pengikutnya. Mereka punya tingkat kepercayaan tinggi dari para pengikut, yang bisa berarti banyak bagi promosi produk Anda.
Sebagai brand ambassador, saat mereka posting produk, kekuatan marketing mulut ke mulut akan memancing ketertarikan pengikutnya dan berujung pada keputusan membeli produk tersebut. Dengan biaya rendah, kepercayaan pada bisnis Anda meningkat, orang akan membicarakan produk Anda, serta bisa menaikkan penjualan produk karena apa yang disampaikan influencers tulus dan jujur, tanpa dibuat-dibuat.

Kehadiran platform alternatif

media sosial platform tua muda
Jujur saja, banyaknya platform media sosial bisa menciptakan kejenuhan. Apalagi, semakin banyak pemilik bisnis berlomba-lomba memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana promosi. Belakangan rasanya semakin sulit bagi sebuah bisnis untuk mendapatkan keterlibatan organik atau audiens asli dalam jejaring sosial.
Anda harus cermat membaca tren platform apa yang populer saat ini. Tik Tok sekarang sedang hits dan Anda bisa memanfaatkan platform ini jika produk Anda menyasar segmen usia 16-24 tahun. Lalu, Pinterest juga mendorong audiens untuk membeli produk seperti yang mereka lihat lewat aplikasi. Anda bisa mencoba memasarkan barang melalui Pinterest dengan menyediakan konten menarik dan bermanfaat bagi audiens.

Jejaring sosial sebagai customer service

Customer service atau layanan pelanggan menjadi aspek vital dalam membangun pengalaman pelanggan. Namun, pada era digital, melayani pelanggan melalui jejaring sosial terasa jauh lebih mudah dan praktis. Faktanya, review, keluhan, dan isu terkait produk lebih mudah ditemukan dalam media sosial saat ini.
Saking nyamannya memakai Facebook, Instagram, atau Twitter, pelanggan juga berharap pemilik bisnis menggunakan platform ini sebagai opsi layanan pelanggan. Contoh paling nyata, PT Kereta Api Indonesia (Persero) punya akun resmi khusus untuk layanan pelanggan di Twitter, yaitu @KAI121. Mereka juga responsif menjawab pertanyaan dan keluhan pelanggan KAI, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan layanan ini.
Anda bisa memaksimalkan penggunaan jejaring sosial sebagai layanan pelanggan, mengingat hal ini akan menjadi tren besar di tahun 2020. Keuntungan lainnya adalah menanggapi keluhan pelanggan dengan responsif bisa menciptakan pelanggan setia. Maka, pastikan Anda sudah mempunyai strategi jitu dan tim andal di bagian customer service yang bisa bergerak cepat menangani masalah pelanggan.

Stories berbicara lebih banyak

Fitur Instagram Stories akan berbicara lebih banyak dalam pemasaran bisnis di tahun 2020. Stories menawarkan pengalaman berbeda daripada feed. Beberapa alasan mengapa stories lebih populer adalah:

  • Lebih otentik dan asli
  • Konten hanya berumur 24 jam, artinya selalu terbaru dan terkini
  • Pengikut ingin live update dan konten real-time
  • Fitur berbagi post Instagram atau ‘swipe-up’ membuat pengikut lebih mudah terkoneksi dengan akun lain dan informasi terkait produk Anda.

Memang tidak semua produk akan cocok dengan fitur stories ini. Namun, stories menjadi hal pertama yang akan dibuka pengguna Instagram setiap hari daripada feed. Maka, sediakan konten menarik untuk di-post pada stories, agar keterlibatan audiens pun naik secara positif.

Demikian 6 strategi yang bisa Anda terapkan dalam mengantisipasi tren media sosial di tahun 2020. Semoga berhasil!

Leave a Comment

Ready to start your project with us?