Perkembangan E-Commerce Indonesia di Era Globalisasi
E-commerce Indonesia di Era Globalisasi

Perkembangan E-Commerce Indonesia di Era Globalisasi

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print

Indonesia merupakan negara pengguna website e-commerce tertinggi di dunia pada 2019 menurut data dari GlobalWebIndex. Menurut website yang menyediakan data konsumen ini, lebih dari 90 persen pengguna internet di Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun menggunakan e-commerce untuk membeli produk dan jasa. Lalu, seperti apa gambaran e-commerce Indonesia di era globalisasi? Simak artikel berikut ini untuk menemukan jawabannya.

Apa itu E-Commerce?

Pertama, apa itu e-commerce? E-commerce adalah produk dari penggunaan internet untuk transaksi jual beli barang atau jasa. Transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Tidak perlu lagi bertemu untuk melakukan transaksi. E-Commerce merupakan bagian dari e-business yang mencakup pelayanan nasabah, pengkolaborasian mitra bisnis, penyediaan lowongan pekerjaan, dan berbagai hal lainnya.

Terdapat beberapa jenis model e-commerce, yaitu:

  1. Iklan Baris

Model paling sederhana yang memiliki kesamaan dari iklan baris yang ada di koran. Fungsinya pun sama, yaitu hanya memberikan informasi tanpa ada interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Jika pembeli ingin membeli produk atau jasa, mereka harus berkomunikasi langsung untuk bertransaksi.

  1. Retail

Mirip dengan toko retail, di sini Anda dapat menemukan pilihan produk atau jasa yang bisa dibeli, tetapi dalam jumlah terbatas atau fokus pada satu kategori produk. Anda juga bisa membeli melalui sistem yang sudah diterapkan toko online yang bersangkutan. Beberapa contoh toko retail online adalah Lazada, Berrybenzka, Zalora, dan tiket.

  1. Marketplace

Berbeda dengan toko retail online, marketplace mirip pasar atau mal. Jadi, penyedia website tidak menjual barang, tetapi menawarkan lokasi untuk berjualan. Model e-commerce ini memiliki keamanan berlapis dan sistem pembayaran lebih kuat, seperti penggunaan rekening bersama. Penyedia website marketplace hanya berperan sebagai penengah atau pihak ketiga antara penjual dan pembeli. Dengan begitu, bisa dipastikan transaksi di marketplace aman bagi semua pihak.

e-commerce Indonesia di era globalisasi

Perkembangan E-Commerce di Indonesia

E-commerce sudah ada di Indonesia sejak tahun 1996, diawali dengan D-Net yang menjadi perintis transaksi online. Dengan sekitar 33 toko online, D-net berjualan makanan, aksesori, produk perkantoran, sampai furnitur. Seiring berjalannya waktu, bermunculan toko online baru dan layanan pembayaran elektronik untuk memudahkan pengguna.

Dalam perkembangannya, e-commerce menarik investor luar negeri untuk mendirikan marketplace di Indonesia. Mulai dari Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Zalora, Rakuten, dan banyak lagi mulai bermunculan di Indonesia.

Perkembangan e-commerce juga didukung oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Perpres Nomor 74 tahun 2017 tentang “Road Map E-Commerce” yang mengatur mengenai pendanaan, perlindungan konsumen, keamanan siber, dan berbagai aspek lainnya. Jack Ma, pemilik Alibaba Group yang sudah mendunia pun diumumkan sebagai penasihat e-commerce Indonesia.

E-Commerce Indonesia di era global saat ini

Menjadi negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia pada 2019, perekonomian Indonesia pun ikut terpengaruh. Mulai dari gaya hidup konsumen, industri e-commerce juga membuka peluang bisnis baru. Selain itu, industri pendukung seperti logistik, infrastruktur IT, dan operator e-commerce ikut berkembang dengan pesat.

Potensi Indonesia pada industri e-commerce pun semakin berkembang, khususnya untuk kota di luar Pulau Jawa. Dengan menggunakan e-commerce, UMKM di luar Jawa akan semakin mudah untuk menjual produk dan jasanya ke seluruh Indonesia, bahkan ke seluruh dunia!

Dikutip dari CNN Indonesia tentang perkembangan e-commerce Indonesia di era global, potensi e-commerce Indonesia akan terus meningkat pada 2020. Kemudahan membuka lapak di berbagai marketplace akan sangat membantu UMKM menjual produk dan jasa dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.

Di era globalisasi saat ini, kebiasaan memanfaatkan toko online semakin meningkat. Toko online juga digunakan sebagai acuan sebelum konsumen di Indonesia memutuskan untuk membeli barang, baik online maupun offline.

Untuk meningkatkan strategi dan memaksimalkan investasi di e-commerce, para pemilik toko online perlu memiliki partner andal. Partner tersebut diharapkan mampu memberikan solusi dan informasi sekaligus membantu dalam urusan teknis saat berinvestasi di e-commerce. Untuk itu, Anda bisa menghubungi SAB Digital Agency yang mampu mengoptimalkan bisnis secara online dengan penerapan teknik digital marketing sesuai kebutuhan.

Jadi, Apakah Anda sudah siap untuk berinvestasi dan bersaing di e-commerce Indonesia di era global saat ini? Semoga artikel kali ini dapat membantu Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut!

Leave a Comment

Ready to start your project with us?